
Pantau - Sebanyak 833 warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus narkoba di Lapas Semarang menjalani tes urine sebagai bagian dari upaya pembinaan dan pengawasan untuk mencegah peredaran narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan.
Tes Serentak di Jateng, Beberapa WBP Terindikasi Positif
Kalapas Semarang, Ahmad Tohari, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat Kepala Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Wilayah Jawa Tengah.
Tes urine dilakukan serentak di seluruh lapas dan rumah tahanan (rutan) se-Jawa Tengah.
Dari hasil pemeriksaan terhadap ratusan WBP, ditemukan beberapa orang yang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba.
Mereka yang terindikasi langsung diamankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan guna memastikan asal dan jenis zat yang dikonsumsi.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) yang terus diperkuat di dalam lapas.
Petugas Lapas Juga Dites, Hasilnya Negatif
Selain terhadap warga binaan, tes urine juga dilakukan terhadap 153 petugas Lapas Semarang.
Dari hasil pemeriksaan, seluruh petugas dinyatakan negatif narkoba.
Kalapas Ahmad Tohari menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting untuk menjaga integritas lembaga pemasyarakatan dari pengaruh narkoba.
"Langkah cepat dan tegas perlu dilakukan agar hal-hal yang tidak diinginkan bisa dicegah sejak dini," ungkapnya.
Tes urine ini juga menjadi bagian dari strategi pembinaan menyeluruh terhadap WBP dan petugas, guna menciptakan lingkungan lapas yang bersih dari narkotika.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







