Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

TNI AD Rampungkan 17 Jembatan Bailey Pascabanjir di Sumatera Utara

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

TNI AD Rampungkan 17 Jembatan Bailey Pascabanjir di Sumatera Utara
Foto: (Sumber: Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (ketiga kanan) meninjau pembangunan jembatan Armco di Kelurahan Hutanabolon, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (9/1/2026). (ANTARA/HO-TNI AD).)

Pantau - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Maruli Simanjuntak, menyebut TNI Angkatan Darat telah merampungkan pembangunan 17 jembatan bailey pascabanjir bandang di wilayah utara Sumatera, sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan infrastruktur.

Infrastruktur Strategis dan Percepatan Pemulihan

Pembangunan jembatan dilakukan menyusul banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025. Hingga saat ini, TNI AD telah membangun 17 jembatan bailey dari target total 40 unit, sementara jembatan aramco yang siap berjumlah 13 unit dan akan terus bertambah hingga 50 titik.

Seluruh jembatan dirancang kokoh, mampu menopang kendaraan berat, serta mendukung pemulihan fasilitas publik seperti sekolah dan sarana umum. KSAD meninjau langsung pembangunan jembatan aramco di Kelurahan Hutanabolon, Kabupaten Tapanuli Tengah, yang memiliki peran strategis sebagai akses vital bagi mobilitas warga, distribusi logistik, dan percepatan penyaluran bantuan kemanusiaan.

Dukungan Alat Berat dan Fokus Pemulihan

TNI AD mengerahkan 35 unit alat berat, termasuk 10 unit dump truck, untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak. Fokus pemulihan diprioritaskan di Kabupaten Tapanuli Tengah dengan koordinasi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat.

KSAD menegaskan bahwa percepatan rehabilitasi mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Pemulihan pascabencana tidak hanya mencakup pembangunan jembatan, tetapi juga perumahan, sarana dasar, serta penyediaan air bersih di sekolah.

Seluruh program diarahkan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat dan mampu memperkuat ketahanan wilayah terdampak bencana secara berkelanjutan.

Penulis :
Aditya Yohan