
Pantau - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memastikan bahwa sebanyak 261 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terdampak dugaan keracunan massal di Kabupaten Mojokerto telah mendapatkan penanganan medis.
Penanganan Maksimal dan Penelusuran Penyebab
"Ini tentu sesuatu yang kita semua memberikan atensi maksimal agar para siswa siswi atau penerima manfaat yang terdampak secara medis bisa mendapatkan penanganan terbaik, yang paling utama semua yang terdampak harus bisa mendapat penanganan medis," ungkap Emil saat meninjau Posko Layanan Kesehatan (Yankes) di Pondok Pesantren Ma’had An Nur, Dusun Jurangrejo, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto.
Emil menegaskan pentingnya melakukan penelusuran menyeluruh terhadap seluruh faktor yang berpotensi menjadi penyebab keracunan.
Faktor-faktor tersebut mencakup bahan makanan, proses pengolahan, kebersihan wadah makanan, serta sistem distribusi makanan.
"Kita ingin memperoleh gambaran yang utuh agar ke depan sistem dapat diperbaiki dan diperkuat," ujarnya.
Ia meminta semua pihak, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), untuk terlibat aktif dalam proses penelusuran agar penyebab keracunan dapat diketahui secara jelas.
Dinas Kesehatan Jawa Timur juga diminta untuk mendampingi dan mengawal proses investigasi tersebut.
Seluruh Biaya Ditanggung Pemerintah, Masyarakat Diminta Segera Melapor
Emil menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan dan perawatan medis akan ditanggung oleh pemerintah.
Para korban saat ini dirawat di sejumlah rumah sakit di Mojokerto, salah satunya RSUD Prof. dr. Soekandar Mojosari.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa mengalami gejala seperti mual dan muntah setelah mengonsumsi makanan MBG dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Mojokerto agar segera melapor ke Posko Yankes di Pondok Pesantren Ma’had An Nur.
Selain mengunjungi posko, Emil juga meninjau langsung kondisi korban yang sedang dirawat di RSUD Prof. dr. Soekandar Mojosari.
Sebelumnya, ratusan pelajar dan santri dari tujuh lembaga pendidikan di Mojokerto mengalami gejala mual, muntah, demam, dan diare yang diduga disebabkan oleh konsumsi makanan dari Program MBG.
Kejadian keracunan massal ini terjadi pada Jumat (9/1), setelah para penerima manfaat MBG menyantap soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 yang berlokasi di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto.
- Penulis :
- Gerry Eka







