
Pantau - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami empat kali erupsi pada Senin pagi dan hingga laporan dibuat aktivitas erupsi masih berlangsung.
Erupsi Gunung Semeru terekam oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru yang melakukan pemantauan visual dan instrumental sejak pagi hari.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Mukdas Sofian menyampaikan, “Erupsi pertama terjadi pada pukul 08.09 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak atau 4.076 meter di atas permukaan laut mdpl,” ungkapnya.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke timur laut.
Erupsi pertama terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi letusan tercatat selama 110 detik.
Erupsi berikutnya terjadi secara berturut-turut pada pukul 09.06 WIB, pukul 09.30 WIB, dan erupsi keempat pada pukul 10.20 WIB, namun pada erupsi-erupsi selanjutnya visual letusan tidak teramati.
Status Siaga dan Rekomendasi Keselamatan
Gunung Semeru saat ini berada pada status aktivitas vulkanik Level III atau Siaga berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
PVMBG melarang masyarakat melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar.
Potensi awan panas dan aliran lahar diperkirakan dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak.
Mukdas Sofian menyampaikan, “Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” ungkapnya.
Ancaman Awan Panas dan Lahar
Masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas guguran lava dan lahar yang berpotensi terjadi di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Selain itu, masyarakat juga diimbau waspada terhadap potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







