
Pantau - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menyetorkan penerimaan negara sebesar Rp2,3 triliun selama tahun 2025, naik 144,4 persen dari target awal sebesar Rp1,59 triliun.
Lonjakan Dipicu Kinerja Ekspor dan Cukai
Lonjakan signifikan terjadi pada sektor bea keluar yang mencatatkan penerimaan sebesar Rp664,6 miliar.
Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan target awal bea keluar yang hanya Rp75,8 miliar.
Pertumbuhan sektor bea keluar tercatat mencapai 876,6 persen secara tahunan.
Capaian ini menunjukkan peningkatan kinerja ekspor yang signifikan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
Sektor cukai menjadi penyumbang terbesar penerimaan, dengan kontribusi sebesar Rp1,41 triliun.
Pertumbuhan sektor cukai tercatat sebesar 5,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Cukai minuman mengandung etil alkohol (MMEA) merupakan sumber utama penerimaan cukai," ungkap pihak DJBC Bali-Nusra.
Penerimaan dari bea masuk juga melampaui target meski terdapat penghentian impor beras dan gula.
Penerimaan bea masuk mencapai Rp224,9 miliar atau setara 104,7 persen dari target sebesar Rp214,7 miliar.
Penindakan Naik, Ribuan Kasus Cukai dan Narkotika Diungkap
Kinerja pengawasan DJBC Bali-Nusra turut mencatat peningkatan signifikan sepanjang 2025.
Penindakan di bidang kepabeanan mencapai 324 kasus, dengan nilai barang sebesar Rp19 miliar.
Dari kasus tersebut, potensi kerugian negara ditaksir sebesar Rp1,30 miliar.
Penindakan terhadap pelanggaran cukai mencapai 1.737 kasus sepanjang tahun.
Total nilai barang dari pelanggaran cukai sebesar Rp55,73 miliar dengan potensi kerugian negara mencapai Rp36,19 miliar.
Sementara itu, pengawasan terhadap narkotika, psikotropika, dan prekursor narkotika (NPP) juga meningkat.
Jumlah kasus NPP naik dari 172 kasus pada tahun 2024 menjadi 187 kasus pada tahun 2025.
Total barang bukti dari kasus NPP mencapai 67.671 gram.
"Dari pengawasan NPP itu kami perkirakan jiwa yang diselamatkan dari pengaruh buruk NPP sekitar 244 ribu jiwa dan potensi hemat biaya rehabilitasi mencapai Rp217 miliar," ia mengungkapkan.
Capaian 2025 Masih Lebih Rendah Dibanding Tahun Sebelumnya
Meski mencatatkan kinerja yang kuat, capaian penerimaan negara tahun 2025 ini masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada tahun 2024, DJBC Bali-Nusra berhasil menyetorkan penerimaan negara sebesar Rp5,3 triliun dari target Rp5,06 triliun.
Namun secara kinerja sektoral dan pengawasan, 2025 menunjukkan tren pertumbuhan positif di beberapa bidang strategis.
- Penulis :
- Shila Glorya








