
Pantau - Sejumlah sekolah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka akibat banjir yang melanda wilayah tersebut sejak Jumat (9/1/2026).
Hingga Selasa (13/1/2026), sedikitnya 52 sekolah terdampak, terdiri dari Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-kanak (TK) yang tersebar di berbagai kecamatan.
Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus pun mengambil langkah cepat dengan mengimbau seluruh satuan pendidikan terdampak untuk mengalihkan KBM secara daring.
Aktivitas Sekolah Terganggu, Guru Tetap Aktif Mengajar
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, menyampaikan bahwa pihaknya terus memperbarui data sekolah terdampak mengingat curah hujan yang masih tinggi.
"Kami mengimbau seluruh sekolah mengutamakan keselamatan warga sekolah, terutama siswa. Jangan memaksakan kegiatan tatap muka apabila kondisi tidak memungkinkan dan berisiko," ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa sekolah diminta mengamankan aset penting seperti perangkat elektronik, alat peraga, dan buku pelajaran dari genangan air.
Sebagai solusi, Disdikpora mengizinkan sekolah untuk melaksanakan pembelajaran secara daring hingga situasi kembali aman.
Guru pun diminta tetap aktif berkoordinasi dan memantau perkembangan siswa melalui WhatsApp Group (WAG) maupun platform pembelajaran lainnya.
Selain itu, guru diperbolehkan mengajukan izin Work From Anywhere (WFA) atau permohonan toleransi keterlambatan apabila terdampak secara langsung.
Bupati Tinjau Sekolah, Guru Tetap Mengajar di Tengah Banjir
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turut meninjau langsung kondisi di SD Negeri 3 Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati.
"Kami mengapresiasi semangat para guru yang tetap menjalankan tugas mengajar di tengah kondisi banjir. SD Negeri 3 Pasuruhan Lor saat ini diliburkan, namun para guru tetap masuk dan melaksanakan pembelajaran secara daring," ia mengungkapkan saat kunjungan pada Selasa (13/1/2026).
Muhammad Sa’id, Guru Kelas 6 SD Negeri 3 Pasuruhan Lor, menjelaskan bahwa banjir mulai menggenangi lingkungan sekolah sejak Senin (12/1) siang, tepat setelah KBM selesai.
"Karena halaman sekolah tergenang banjir, maka siswa diliburkan. Sedangkan pembelajaran tatap muka diganti secara daring. Kami juga sudah melaporkan kondisi ke Korwil, pengawas, dan dinas," jelasnya.
SD Negeri 3 Pasuruhan Lor memiliki 78 siswa yang seluruhnya berasal dari wilayah sekitar sekolah, yang juga turut terdampak banjir.
- Penulis :
- Shila Glorya








