
Pantau - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum) menurunkan 119 taruna Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) untuk membantu korban bencana alam di Aceh.
Rombongan diberangkatkan dari Depok, Jawa Barat, pada Minggu, 11 Januari 2026, menuju wilayah terdampak di Aceh.
Para taruna akan melaksanakan pengabdian sosial selama dua minggu dengan fokus kegiatan kemanusiaan di sejumlah lokasi seperti lembaga pemasyarakatan (lapas), rumah ibadah, dan sekolah.
"Rombongan tim kemanusiaan dari Kemenkum telah berangkat ke lokasi terdampak bencana di Aceh, yang terdiri atas dosen, pembina, dan 119 taruna Poltekpin. Pengabdian mereka akan terpusat pada Lapas Aceh Tamiang, tempat ibadah, dan sekolah," ungkap salah satu perwakilan Kemenkum.
Koordinasi dengan Satgas Bencana dan Fokus Pengabdian
Pelaksanaan kegiatan sosial ini telah melalui koordinasi dengan satuan tugas (satgas) penanganan bencana Kementerian Dalam Negeri di Aceh.
" Kami berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak yang bertanggung jawab dalam penanganan bencana di Aceh guna mendapatkan arahan dan mekanisme bantuan yang akan diselenggarakan serta lokus wilayah terdampak yang akan menjadi target kegiatan pengabdian masyarakat," ujarnya.
Koordinasi tersebut dilakukan agar distribusi bantuan dan pelaksanaan kegiatan berlangsung lancar dan sesuai prosedur.
Para taruna juga telah membawa perlengkapan sesuai arahan dari satgas bencana daerah.
Kepedulian Taruna dan Harapan untuk Korban
Kehadiran tim Kemenkum diharapkan dapat memberikan semangat dan kekuatan bagi masyarakat terdampak.
"Kepedulian dan gotong royong adalah kekuatan bangsa dalam bangkit dari musibah," ungkap salah satu dosen pembina yang turut mendampingi.
Kegiatan ini dinilai bukan sekadar aksi sosial, namun sebagai panggilan nurani untuk hadir di tengah penderitaan sesama.
"Di saat ada masyarakat yang kehilangan, para taruna hadir untuk menguatkan, menolong, dan memastikan mereka tidak menghadapi musibah sendirian," ujarnya.
Musibah yang terjadi di Pulau Sumatra menjadi pengingat akan pentingnya solidaritas dan bantuan nyata bagi korban bencana.
- Penulis :
- Shila Glorya








