
Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menanggapi kasus dugaan keracunan massal dalam Program Makan Bergizi (MBG) yang terjadi di Kabupaten Grobogan, dengan total korban mencapai 803 orang.
Penanganan Terpadu dan Investigasi Menyeluruh
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan langkah terkoordinasi bersama berbagai instansi untuk menelusuri penyebab kejadian tersebut.
"Ini penting sebagai langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari," ungkapnya.
Dinas Kesehatan Jawa Tengah tengah melakukan assessment menyeluruh untuk memastikan sumber dugaan keracunan, yang mencakup seluruh tahapan penyediaan makanan.
Penilaian dilakukan mulai dari proses penyiapan bahan baku, cara memasak, hingga penyajian makanan kepada siswa di berbagai satuan pendidikan.
"Kami dari Dinas Kesehatan sedang mengasesmen penyebabnya. Mudah-mudahan semua yang masih memerlukan penanganan medis bisa segera pulih dan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Saat ini kami fokus mencari penyebabnya secara detail," ujar perwakilan Dinas Kesehatan.
Evaluasi juga menyasar standar higienitas, waktu pengolahan makanan, serta prosedur keamanan pangan yang diterapkan selama program berlangsung.
Koordinasi lintas instansi turut diperkuat, mengingat Badan Gizi Nasional (BGN) juga terlibat langsung dalam pembahasan dan penanganan kasus tersebut bersama Dinas Kesehatan.
"Kalau masalah sanksi dan sebagainya dari BGN ya," ujar Sumarno menanggapi kemungkinan adanya konsekuensi terhadap pihak yang bertanggung jawab.
Ratusan Korban, Puluhan Masih Dirawat
Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan per Selasa, 13 Januari 2026 pukul 06.00 WIB, total korban yang terdampak mencapai 803 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 688 orang telah dinyatakan sembuh.
Sementara itu, 115 orang lainnya masih menjalani perawatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan dan terus dipantau secara intensif.
Kejadian dugaan keracunan massal tersebut dilaporkan terjadi pada Jumat dan Sabtu, 9–10 Januari 2026, di sejumlah sekolah dan satuan pendidikan di wilayah Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.
Korban berasal dari berbagai jenjang pendidikan, antara lain SMP, SMK, SD Negeri di wilayah Ngroto, PAUD Ngroto, SD Glapan, SD Trisari, dan SD Penadaran.
Evaluasi dan penanganan lanjutan akan terus dilakukan sesuai dengan kewenangan masing-masing instansi terkait.
- Penulis :
- Shila Glorya






