Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Tiga Desa di Lombok Tengah Diterjang Banjir Akibat Hujan Ekstrem, 300 KK Terdampak

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Tiga Desa di Lombok Tengah Diterjang Banjir Akibat Hujan Ekstrem, 300 KK Terdampak
Foto: (Sumber: BPBD Lombok Tengah, Provinsi NTB menyalurkan bantuan logistik untuk para korban banjir di tiga desa di Lombok Tengah, Rabu (14/01/2026) (ANTARA/Akhyar Rosidi).)

Pantau - Cuaca ekstrem yang terjadi sejak Selasa sore hingga malam, 13 Januari 2026, mengakibatkan banjir melanda tiga desa di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kepala BPBD Lombok Tengah, Ridwan Maruf, menyampaikan bahwa wilayah terdampak adalah Desa Selong Belanak di Kecamatan Praya Barat serta Desa Kabul dan Desa Montong Ajan di Kecamatan Praya Barat Daya.

“Banjir di tiga desa itu akibat hujan lebat yang terjadi hingga tadi malam,” ujarnya.

Ratusan KK Terdampak, BPBD Lakukan Asesmen dan Salurkan Bantuan

Banjir mulai terjadi menjelang malam hari, menyebabkan air masuk ke rumah warga.

Meski demikian, Ridwan memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi.

“Kami langsung melakukan asesmen tadi malam. Tidak ada warga yang mengungsi,” jelasnya.

Berdasarkan data sementara, 50 Kepala Keluarga (KK) terdampak di Desa Montong Ajan dan 250 KK di Desa Kabul, sehingga total warga terdampak mencapai sekitar 300 KK.

Untuk Desa Selong Belanak, belum ada data pasti jumlah warga terdampak, namun air telah surut setelah hujan reda.

Karena kondisi tidak memungkinkan pada malam hari, penyaluran bantuan logistik baru dilakukan pada Rabu, 14 Januari 2026.

Peringatan Dini Cuaca dan Imbauan kepada Masyarakat

BPBD Lombok Tengah mengingatkan bahwa sebagian besar wilayah telah memasuki musim hujan, sementara sebagian kecil lainnya masih dalam masa peralihan.

Dalam 10 hari ke depan, diperkirakan potensi hujan signifikan masih akan terjadi di wilayah ini.

“Masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba,” tambah Ridwan.

Ia juga mengimbau warga untuk memperhatikan kebersihan lingkungan dan memantau debit air di wilayah aliran sungai guna mengurangi risiko banjir lanjutan.

Penulis :
Aditya Yohan