Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BNPB Percepat Pembangunan Hunian Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BNPB Percepat Pembangunan Hunian Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Foto: (Sumber: Pekerja membangun hunian sementara (huntara) untuk korban bencana banjir bandang di Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (28/12/2025). ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bagian dari proses pemulihan pascabencana yang terjadi pada akhir November tahun sebelumnya.

Fokus penanganan saat ini adalah pada pemulihan permukiman, khususnya 49.296 rumah warga yang mengalami kerusakan berat.

Target Pembangunan: 27.575 Unit Huntara, Ribuan Sudah Dikerjakan

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut target pembangunan mencakup 27.575 unit hunian sementara (huntara).

Hingga kini, 4.280 unit huntara telah memasuki tahap pengerjaan fisik.

Di Provinsi Aceh, serah terima 200 unit huntara kepada warga terdampak telah dilakukan di sejumlah lokasi prioritas.

Pembangunan huntara bahkan telah rampung 100 persen di dua lokasi, yakni Blang Pandak (Kabupaten Pidie) dan Kecamatan Pantee Bidari (Kabupaten Aceh Timur).

Hunian Tetap di Sumut dan Pembangunan di Sumbar Dikebut

Di Provinsi Sumatera Utara, pembangunan hunian tetap mencakup 648 unit.

Sementara itu, di Sumatera Barat, pemerintah mempercepat pembangunan tahap I sebanyak 34 unit huntara di Kabupaten Padang Pariaman.

Lokasi pembangunan dipusatkan di Nagari Anduring, Kecamatan Asam Pulau, di mana sebagian besar unit sudah mencapai progres penyelesaian di atas 50 persen.

DTH dan Logistik Disalurkan, Cuaca Diantisipasi Lewat OMC

Selain pembangunan fisik, BNPB juga mempercepat penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH).

Hingga kini, DTH telah disalurkan kepada 1.950 keluarga dari total 10.656 rekening yang disiapkan.

Distribusi logistik untuk warga terdampak juga terus digencarkan, dengan total 1.740,39 ton telah disalurkan—setara 99,86 persen dari logistik yang masuk ke gudang.

Distribusi dilakukan melalui jalur darat, laut, dan udara.

Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang dapat menghambat proses pemulihan, BNPB juga mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Hingga Senin, 12 Januari 2026, telah dilakukan 1.150 sortie penyemaian awan di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Sinergi lintas sektor tersebut menjadi komitmen pemerintah untuk memastikan pemulihan dampak bencana berjalan berkelanjutan hingga kondisi masyarakat kembali stabil," ujar Abdul Muhari.

Penulis :
Aditya Yohan