
Pantau - Sebanyak 25 desa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dilaporkan terdampak banjir akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Senin, 12 Januari 2026.
Banjir Meluas ke Enam Kecamatan, Puluhan Ribu Jiwa Terdampak
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus menyatakan banjir melanda enam kecamatan, yakni Kecamatan Kaliwungu, Jekulo, Mejobo, Undaan, Bae, dan Jati.
"Puluhan desa yang terdampak banjir saat curah hujan tinggi sejak Senin (12/1) tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Kaliwungu, Jekulo, Mejobo, Undaan, Bae, dan Jati," ungkap BPBD Kudus.
Adapun rincian desa terdampak yaitu Kecamatan Mejobo sebanyak 10 desa, Jekulo 5 desa, Jati 4 desa, Kaliwungu 3 desa, Undaan 2 desa, dan Bae 1 desa.
Banjir ini menyebabkan genangan air di permukiman warga dan jalan-jalan utama dengan ketinggian air yang bervariasi.
Total warga terdampak mencapai 15.237 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 48.193 jiwa.
Banjir dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi, sehingga menyebabkan debit air sungai meluap dan menggenangi area permukiman.
Akses jalan utama seperti Jalan Lingkar Kudus-Pati turut terdampak di tiga titik, yakni Jembatan Ngembalrejo, Jembatan Bukduwur Tenggeles, dan Jembatan Hadipolo.
Genangan air di jalan-jalan tersebut menghambat arus lalu lintas dan menyebabkan antrean kendaraan panjang sejak Minggu, 11 Januari.
"Jumlah desa terdampak banjir semakin bertambah karena sebelumnya hanya beberapa desa, termasuk rumah yang sebelumnya belum tergenang, kini mulai tergenang sehingga semakin menambah jumlah pengungsi," kata pihak BPBD Kudus.
Ratusan Mengungsi, Longsor dan Pohon Tumbang Juga Terjadi
Hingga Rabu, 14 Januari 2026, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 164 jiwa, terdiri dari 46 laki-laki dan 118 perempuan.
Warga mengungsi ke lokasi-lokasi yang telah disediakan, seperti TPQ Khurriyatul Fikri di Desa Pasuruhan Lor dan MI Hidayatus Shibyan.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, dapur umum disediakan di tujuh titik, yaitu MI Hidayatus Shibyan (Desa Temulus), Balai Desa Kesambi, Balai Desa Jojo, Balai Desa Kirig, TPQ Khurriyatul Fikri (Desa Pasuruhan Lor), Kantor PMI Kudus, dan Balai Desa Karangrowo.
Selain banjir, Kabupaten Kudus juga mengalami bencana tanah longsor yang tersebar di tiga kecamatan.
Tercatat dua titik longsor di Kecamatan Bae, 38 titik di Kecamatan Gebog, dan 92 titik di Kecamatan Dawe, baik dalam skala kecil maupun besar.
"BPBD Kudus juga bekerja keras melakukan evakuasi pohon tumbang, karena terjadi di sejumlah lokasi," tambah pihak BPBD.
- Penulis :
- Aditya Yohan







