Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

98 Resolution Network Nilai Swasembada Beras Bukti Janji Prabowo-Gibran Terlaksana Kurang dari Setahun

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

98 Resolution Network Nilai Swasembada Beras Bukti Janji Prabowo-Gibran Terlaksana Kurang dari Setahun
Foto: (Sumber: 98 Resolution Network salurkan 1.000 paket sembako kepada warga Jakarta yang membutuhkan, di Jakarta, Sabtu (20/9/2025). ANTARA/HO-98 Resolution Network)

Pantau - Komunitas 98 Resolution Network menyatakan keberhasilan swasembada beras menjadi bukti nyata janji Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terlaksana dalam waktu kurang dari satu tahun.

Pernyataan tersebut disampaikan 98 Resolution Network di Jakarta pada Rabu 14 Januari 2026.

Salah satu pemrakarsa 98 Resolution Network Eli Salomo Sinaga menyebut capaian swasembada beras tersebut menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam sektor pangan nasional.

Eli Salomo Sinaga menyatakan optimismenya bahwa swasembada pangan nasional secara menyeluruh juga dapat tercapai.

Ia menilai komitmen Presiden Prabowo dalam mewujudkan swasembada telah dibuktikan melalui berbagai kebijakan strategis yang terukur.

Strategi dan Terobosan Kebijakan Swasembada Pangan

Salah satu kebijakan utama yang disoroti adalah Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 73/Kpts./OT.050/M/02/2025 tentang pembentukan Satuan Tugas Swasembada Pangan.

Satuan Tugas Swasembada Pangan tersebut memiliki jangkauan kerja hingga tingkat kabupaten dan kota serta melibatkan petugas lapangan.

Strategi utama pencapaian swasembada pangan dilakukan melalui peningkatan produksi dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya lahan yang tersedia.

Upaya tersebut didukung oleh sumber daya manusia yang dinilai kompeten dan siap menjalankan program di lapangan.

Pemerintah juga dinilai melakukan berbagai terobosan kebijakan untuk mengatasi hambatan regulasi yang selama ini menghambat produksi pangan nasional.

Terobosan kebijakan tersebut dinilai optimal mulai dari perencanaan program, koordinasi, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi menyeluruh.

Dampak nyata dari kebijakan tersebut terlihat dari penurunan harga pupuk hingga 20 persen.

Volume pupuk nasional melonjak hingga 700 persen seiring pembangunan tujuh pabrik pupuk baru oleh pemerintah.

Dampak Nyata bagi Petani dan Ketahanan Pangan

Dari sisi pengawasan, pemerintah mencabut 2.300 izin usaha sektor pertanian karena pelanggaran peraturan dan praktik permainan harga.

Sebanyak 192 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam berbagai kasus pangan.

Dampak lainnya terlihat dari peningkatan luas lahan pertanian yang pada periode Oktober hingga Desember 2025 bertambah 500 ribu hektar dibandingkan tahun 2024.

Kementerian Pertanian secara bertahap berhasil meningkatkan produksi pangan nasional.

Pada tahun 2025, ekspor pertanian Indonesia tercatat melonjak hingga 33 persen.

Stok pangan nasional pada 2025 mencapai 3,2 juta ton.

Nilai tukar petani mencapai angka 125,35 yang disebut sebagai tertinggi sepanjang sejarah.

Pemerintah menargetkan serapan gabah dan beras nasional pada 2026 mencapai 4 juta ton untuk memperkuat swasembada pangan berkelanjutan.

Pada tahun 2025, Bulog tercatat berhasil menyerap 3,2 juta ton beras.

Target serapan 2026 tersebut didukung dengan penambahan anggaran hingga Rp39 triliun.

Pemerintah juga memberikan dukungan langsung kepada petani melalui penetapan harga gabah sebesar Rp6.500 per kilogram oleh Presiden Prabowo.

Kebijakan harga gabah tersebut dinilai sebagai insentif yang sangat berharga karena memungkinkan petani menjual gabah kering panen dengan harga menguntungkan.

Eli Salomo Sinaga menilai kebijakan impor pangan yang selama ini mencekik petani kini dapat diatasi.

Ia menegaskan Indonesia kembali berdiri di atas kaki sendiri dalam sektor pangan.

Eli mengutip pernyataan Presiden Prabowo yang menyatakan, "Masalah pangan adalah masalah kedaulatan, masalah pangan adalah masalah kemerdekaan, dan masalah pangan adalah masalah survival bangsa."

Penulis :
Ahmad Yusuf