Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Menhaj Ingatkan 1.600 Calon Petugas Haji Tak Main-main Layani Jamaah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menhaj Ingatkan 1.600 Calon Petugas Haji Tak Main-main Layani Jamaah
Foto: (Sumber: Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf memimpin apel pagi pendidikan dan pelatihan (diklat) calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Rabu. ANTARA/HO-Kemenhaj.)

Pantau - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan 1.600 calon petugas haji agar tidak main-main dalam menjalankan tugas melayani jamaah saat mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Peringatan tersebut disampaikan Menhaj saat memimpin langsung apel pagi pendidikan dan pelatihan yang berlangsung khidmat pada Rabu.

Ia menegaskan bahwa nama baik negara dipertaruhkan melalui kinerja para petugas haji yang menjadi wakil negara di Tanah Suci.

Tahun Krusial Penyelenggaraan Haji

Menhaj menyampaikan bahwa keberhasilan melayani jamaah menyumbang 60 persen dari keberhasilan kementerian dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Ia menegaskan kegagalan petugas akan menjadi penyebab utama gagalnya penyelenggaraan haji secara keseluruhan.

Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan sekitar 1.600 peserta apel yang berasal dari unsur TNI, Polri, tenaga kesehatan, dan jurnalis.

Menhaj menjelaskan bahwa tahun 2026 merupakan tahun krusial karena menjadi tahun pertama Kementerian Haji dan Umrah memegang kendali penuh penyelenggaraan haji secara mandiri.

Ia menegaskan seluruh petugas yang hadir merupakan individu terpilih dari proses seleksi ketat yang menyisihkan lebih dari 100 ribu pendaftar.

Disiplin dan Evaluasi Petugas

Menhaj menekankan disiplin waktu sebagai hal yang tidak bisa ditawar dalam pelaksanaan tugas di Arab Saudi.

Ia menyatakan tidak ingin menerima laporan adanya petugas yang acuh terhadap kondisi jamaah karena negara harus hadir dalam setiap situasi yang dialami jamaah.

Peringatan tersebut disampaikan berdasarkan evaluasi penyelenggaraan haji tahun-tahun sebelumnya yang menunjukkan kedisiplinan petugas di sektor krusial masih menjadi sorotan.

Sektor krusial yang dimaksud meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Menhaj menjelaskan seleksi petugas haji pada Desember 2025 dilakukan melalui sistem Computer Assisted Test dan tes wawancara psikologi.

Proses seleksi tersebut bertujuan menyaring petugas yang kompeten secara teknis serta memiliki mentalitas pelayanan yang kuat.

Pada tahun ini, rasio jumlah petugas dibanding jamaah sedikit ditingkatkan untuk memastikan respons cepat di lapangan.

Penulis :
Aditya Yohan