
Pantau - Sebanyak 510 mahasiswa Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS) diterjunkan ke wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk melakukan pendataan sebagai bagian dari Program Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca-bencana Alam.
Kegiatan ini dijalankan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai tindak lanjut dari Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca-bencana Alam.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, "Pendataan ini merupakan wujud komitmen BPS dan Polstat STIS untuk memenuhi arahan Presiden (Prabowo Subianto) agar mahasiswa kedinasan dapat turun dan memberikan kontribusi di wilayah terdampak bencana."
Dalam Satgas tersebut, BPS bertugas sebagai koordinator bidang pengelolaan data, termasuk memastikan keakuratan informasi di lapangan.
Mahasiswa Polstat STIS yang terlibat akan bertugas bersama pegawai BPS sebagai enumerator atau petugas lapangan.
Mereka akan mengumpulkan data secara langsung mengenai rumah tangga terdampak, kondisi rumah warga, serta kerusakan infrastruktur yang terjadi.
Metode Pendataan dan Tujuan Pengumpulan Data
Pendataan dilakukan melalui tiga metode utama, yaitu kunjungan langsung ke rumah warga, pengumpulan data di lokasi pengungsian, serta pencatatan kondisi bangunan dan infrastruktur dengan foto serta geotagging atau titik koordinat lokasi.
Seluruh data yang dikumpulkan akan dipadankan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), data dari pemerintah daerah, serta data yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Amalia menambahkan, "Kegiatan bantuan kemanusiaan ini sesuai dengan keahlian mahasiswa Polstat STIS, yaitu melakukan pendataan. Hasilnya akan menghasilkan dan memperkaya statistik kebencanaan."
Data yang dihimpun menjadi dasar Satgas dalam menyusun strategi rehabilitasi dan rekonstruksi agar bantuan serta program pemulihan dapat disalurkan secara cepat, tepat, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
Bagian dari Praktik Kerja Lapangan dan Diperkuat Ribuan Petugas
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun 2026 mahasiswa Polstat STIS.
Sebanyak 240 mahasiswa diberangkatkan dalam dua kloter menggunakan pesawat C130 Hercules milik TNI AU dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu pagi.
Sementara sisanya diberangkatkan dengan menggunakan pesawat komersial.
Dari total peserta yang diberangkatkan, terdiri atas 227 mahasiswa dan 283 mahasiswi.
Selain mahasiswa, BPS juga mengerahkan 50 pegawai dari BPS Pusat serta 1.059 pegawai BPS dari 52 kabupaten/kota terdampak di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
- Penulis :
- Arian Mesa






