
Pantau - Indonesia berhasil meraih seluruh target pencalonan kepemimpinan dan keanggotaan di 10 organisasi internasional sepanjang tahun 2025, sebagaimana disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.
Dalam pidatonya, Sugiono menyatakan bahwa Indonesia memenangkan seluruh pencalonan penting yang diikuti selama tahun 2025.
"Sepanjang tahun 2025, Indonesia mengikuti 10 pencalonan penting di berbagai organisasi internasional, dan seluruhnya berhasil kita menangkan," ungkapnya.
Kepemimpinan Strategis di Berbagai Organisasi Dunia
Salah satu pencapaian utama adalah terpilihnya Indonesia sebagai satu dari tiga negara anggota Dewan Auditor Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNBoA) untuk periode 2026—2032 melalui Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Keberhasilan ini disebut Menlu Sugiono sebagai bagian dari momentum reformasi PBB yang sedang berlangsung.
Selain itu, Indonesia juga berhasil menjadi anggota Kategori C Dewan Organisasi Maritim Internasional (IMO) periode 2026—2027, yang memungkinkan Indonesia memperjuangkan standar keselamatan pelayaran global.
Indonesia juga terpilih sebagai anggota Dewan Administrasi Kesatuan Pos Sedunia (UPU) untuk periode 2025—2029.
Keanggotaan di UPU dinilai strategis karena memberi ruang bagi Indonesia untuk mendorong penguatan konektivitas pos dunia yang berdampak langsung terhadap pelaku UMKM dan e-commerce.
Yang paling menonjol, Indonesia resmi terpilih sebagai Presiden Dewan HAM PBB untuk periode 2026.
Menlu Sugiono menegaskan bahwa Indonesia akan menjalankan mandat tersebut secara "imparsial, transparan, dan konstruktif".
Apresiasi dan Perluasan Peran Multilateral
Menlu RI turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak atas keberhasilan diplomasi tersebut.
Secara khusus, ia memuji peran Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir yang telah "menggawangi, membina, dan membimbing upaya-upaya diplomasi Indonesia di panggung multilateral".
Selain jabatan-jabatan utama tersebut, Indonesia juga mengamankan posisi strategis lainnya, antara lain:
- Anggota Koalisi Inovasi Kesiapan Epidemi (CEPI) periode 2025—2028
- Anggota Badan Eksekutif Program Pemukiman PBB (UN Habitat) periode 2025—2029
- Anggota Dewan Eksekutif Komisi Oseanografi Antarpemerintah UNESCO periode 2025—2027
- Sekretaris Jenderal Organisasi Produktivitas Asia periode 2025—2028
- Anggota Dewan Operasional Pos UPU periode 2025—2029
- Anggota Komite Program dan Koordinasi PBB (UNCPC)
- Anggota eksekutif Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW)
Menlu Sugiono menegaskan bahwa pencapaian ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk memastikan kepentingan nasional diperhitungkan dalam berbagai forum teknis internasional.
- Penulis :
- Arian Mesa








