Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

1.683 Personel Gabungan Amankan Aksi Buruh dan Ojol di Jakarta Pusat, Polisi Tegaskan Pendekatan Humanis

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

1.683 Personel Gabungan Amankan Aksi Buruh dan Ojol di Jakarta Pusat, Polisi Tegaskan Pendekatan Humanis
Foto: (Sumber: Sejumlah personel diperiksa sebelum melakukan pengamanan unjuk rasa di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026). ANTARA/HO-Humas Polres Metro Jakpus..)

Pantau - Sebanyak 1.683 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres, dan Polsek disiagakan untuk mengamankan unjuk rasa buruh, pengemudi ojek online (ojol), dan elemen masyarakat lainnya yang digelar di Jakarta Pusat pada Kamis, 15 Januari 2026.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung menyatakan bahwa pengamanan dilakukan dengan prinsip melayani masyarakat serta menghormati hak konstitusional warga dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

"Kita hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang menyampaikan aspirasi dengan cara yang humanis, profesional, dan sesuai aturan," ungkapnya.

Dua Titik Aksi dan Ribuan Personel Dikerahkan

Pada hari ini, terdapat dua titik lokasi unjuk rasa besar, yaitu di kawasan Gedung DPR/MPR oleh massa buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan di Silang Selatan Monas oleh Dewan Presidium Pusat Koalisi Ojol Nasional serta elemen massa lainnya.

Sebanyak 685 personel dikerahkan di depan Gedung DPR/MPR untuk mengamankan aksi dari kelompok buruh.

Sementara itu, pengamanan unjuk rasa pengemudi ojol di kawasan Monas melibatkan 998 personel gabungan.

Sebelum pelaksanaan aksi, Polres Metro Jakarta Pusat telah melakukan Tactical Wall Game (TWG) dan apel kesiapan untuk memetakan potensi dinamika massa di kedua titik tersebut.

"Seluruh personel diarahkan mengedepankan pendekatan persuasif, dialogis, dan humanis," tegas Reynold.

Imbauan Polisi: Aksi Damai dan Lalu Lintas Tetap Lancar

Kepolisian juga mengimbau para orator dan peserta aksi untuk menjaga ketertiban serta menghindari tindakan yang dapat memicu gangguan keamanan.

"Sampaikan aspirasi dengan santun. Jangan melakukan provokasi, tindakan anarkis, merusak fasilitas umum, melawan petugas, maupun membakar ban bekas. Aksi ini harus berjalan damai dan bermartabat," ia menegaskan.

Terkait lalu lintas, Reynold meminta peserta aksi untuk tidak menutup akses jalan di sekitar DPR/MPR dan Monas serta menghormati hak pengguna jalan lain.

Pengaturan arus lalu lintas akan dilakukan secara situasional sesuai eskalasi jumlah massa yang hadir di lokasi.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas di sekitar titik-titik unjuk rasa.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, mematuhi arahan petugas, dan mencari rute alternatif. Polri berkomitmen menjaga keseimbangan antara kebebasan menyampaikan pendapat dan kepentingan masyarakat luas," tutup Reynold.

Penulis :
Aditya Yohan