
Pantau - Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh mendorong perbaikan tata kelola irigasi sebagai bagian krusial pemulihan sektor pertanian pascabencana di wilayah Sumatera.
Pernyataan tersebut disampaikan Rahmat Saleh dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Pertanian, Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Menteri Kehutanan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/1).
Sorotan Lambannya Penanganan Irigasi
Rahmat Saleh menilai lambannya penanganan irigasi tersier dan sekunder berpotensi menghambat pemulihan lahan pertanian serta produktivitas petani di daerah terdampak bencana.
Ia menyampaikan bahwa pengelolaan irigasi tersier dan sekunder selama ini banyak berada di bawah Balai Wilayah Sungai namun penanganannya dinilai belum optimal.
“Selama ini irigasi tersier dan sekunder banyak dikelola oleh Balai Wilayah Sungai. Namun di lapangan, penanganannya sering kali lambat dan koordinasinya tidak berjalan optimal,” ungkapnya.
Rahmat Saleh menyebut sejumlah titik irigasi yang rusak pascabencana belum tertangani meskipun telah diajukan sejak lama.
Kondisi tersebut dinilai merugikan petani yang sangat bergantung pada ketersediaan air untuk kembali berproduksi.
“Saya turun langsung ke lapangan, ada sekitar 20 titik irigasi yang diajukan, tetapi hingga mendekati akhir tahun belum dikerjakan,” ujarnya.
Usulan Penguatan Kewenangan dan Dukungan Alat Berat
Rahmat Saleh mengusulkan agar pengelolaan irigasi tersier dan sekunder ke depan dapat diperkuat atau dialihkan penanganannya ke Kementerian Pertanian.
Usulan tersebut bertujuan mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana agar lebih responsif terhadap kebutuhan petani.
“Kalau ingin pemulihan berjalan cepat, irigasi yang langsung bersentuhan dengan sawah petani ini harus ditangani secara lebih responsif,” kata Rahmat Saleh.
Ia juga mendesak dukungan penggunaan alat berat untuk memulihkan sawah yang rusak berat akibat banjir dan tertimbun lumpur.
Dukungan tersebut dinilai penting agar lahan pertanian dapat segera diolah kembali dan kembali produktif.
Legislator Fraksi PKS dari daerah pemilihan Sumatera Barat I itu berharap pembenahan tata kelola irigasi menjadi bagian dari strategi pemulihan berkelanjutan.
Tujuan akhir perbaikan tata kelola irigasi ditegaskan untuk mengembalikan produktivitas sektor pertanian dan mendukung ketahanan pangan nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








