Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

WMO Konfirmasi 2025 Jadi Salah Satu Tahun Terpanas dalam Sejarah Pencatatan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

WMO Konfirmasi 2025 Jadi Salah Satu Tahun Terpanas dalam Sejarah Pencatatan
Foto: (Sumber: Orang-orang mendinginkan diri di tengah teriknya musim panas di sebuah pantai di Dubrovnik, Kroasia, (9/8/2025). (Grgo Jelavic/PIXSELL via Xinhua))

Pantau - Organisasi Meteorologi Dunia atau WMO mengonfirmasi bahwa 2025 menjadi salah satu dari tiga tahun terpanas dalam sejarah pencatatan suhu global, berdasarkan analisis gabungan delapan kumpulan data iklim dunia.

Konfirmasi tersebut disampaikan WMO pada Rabu (14/1) dan memperpanjang rentetan rekor suhu global yang sangat tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Catatan Suhu Global dan Faktor Pemicu

WMO mencatat rata-rata suhu permukaan global pada 2025 berada 1,44 derajat Celsius di atas rata-rata periode praindustri 1850 hingga 1900.

Dua dari delapan dataset menempatkan 2025 sebagai tahun terpanas kedua dalam 176 tahun pencatatan, sementara enam dataset lainnya mencatat 2025 sebagai tahun terpanas ketiga.

WMO menyebut tiga tahun terakhir, yakni 2023, 2024, dan 2025, sebagai tiga tahun terpanas berturut-turut dalam seluruh dataset yang dianalisis.

Rata-rata suhu gabungan periode 2023 hingga 2025 tercatat 1,48 derajat Celsius di atas level praindustri.

Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo menyatakan “Tahun 2025 dimulai dan diakhiri dengan mendinginnya kondisi La Nina, namun tetap tercatat sebagai salah satu tahun terpanas dalam sejarah akibat akumulasi gas rumah kaca yang memerangkap panas di atmosfer,” ungkapnya.

Dampak Cuaca Ekstrem dan Pemanasan Laut

Celeste Saulo menambahkan bahwa tingginya suhu daratan dan laut memicu berbagai peristiwa cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia.

Peristiwa tersebut meliputi gelombang panas, hujan lebat, dan siklon tropis yang semakin intens.

Kondisi ini menegaskan pentingnya penguatan sistem peringatan dini untuk menghadapi dampak perubahan iklim.

WMO juga mengungkapkan hasil studi terpisah yang dimuat dalam jurnal Advances in Atmospheric Sciences terkait suhu laut global.

Studi tersebut menemukan suhu laut pada 2025 termasuk yang tertinggi dalam sejarah pencatatan.

WMO menyebut sekitar 90 persen kelebihan panas akibat pemanasan global tersimpan di lautan.

Panas laut dinilai menjadi indikator krusial dalam memahami dan memantau perubahan iklim global jangka panjang.

Penulis :
Ahmad Yusuf