
Pantau - Personel TNI Angkatan Darat dari Yonif 117 Ksatria Yudha dikerahkan untuk membersihkan 19 sekolah yang diselimuti lumpur dan bebatuan akibat bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang pada Rabu, 14 Januari 2026.
Informasi tersebut disampaikan melalui keterangan pers Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia yang diterima ANTARA pada Kamis, sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan sektor pendidikan pasca bencana.
TNI melaksanakan pembersihan di sejumlah sekolah yang berada di Kecamatan Kuala Simpang dan Kecamatan Rantau dengan mengerahkan puluhan personel.
Personel TNI menyisir ruang kelas, selasar, serta halaman sekolah yang masih dipenuhi lumpur sisa banjir.
Lumpur cair dibersihkan dengan cara disemprot dan ditarik keluar menggunakan serokan.
Lumpur yang telah mengeras dikeruk menggunakan sekop kemudian diangkut menggunakan gerobak.
Di Kecamatan Rantau, sebanyak 25 personel Yonif 117 Ksatria Yudha membersihkan SD Swasta Darma Patra.
Sebanyak 20 prajurit lainnya melakukan pembersihan di SD Swasta Alwasliyah Kampung Lalang dengan progres pembersihan sekitar 55 persen.
Personel TNI juga telah menyelesaikan pembersihan di SDN 2 Rantau.
Pembersihan di SDN 1 Rantau Pauh Kecamatan Rantau telah mencapai progres sekitar 75 persen.
Pembersihan tidak hanya menyasar sekolah dasar, tetapi juga sekolah menengah pertama dan lembaga pendidikan lainnya.
Sekolah menengah yang dibersihkan antara lain SMP Swasta Darma Patra dan SMPN 1 Kejuruan Muda.
Kegiatan pengabdian TNI juga mencakup madrasah dan pendidikan usia dini di wilayah terdampak banjir.
Sebanyak 25 personel dikerahkan untuk membersihkan MIN 4 Kuala Simpang di Desa Alur Manis dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Muda Sedia.
Sebanyak 10 personel lainnya membersihkan TK Pembina Kecamatan Rantau.
Secara keseluruhan, personel Yonif 117 Ksatria Yudha membersihkan 19 sekolah yang terdiri atas 5 TK PAUD RA, 9 SD MI, 4 SMP, dan 1 SMA di Kabupaten Aceh Tamiang.
Pernyataan resmi Bakom RI menyebutkan, "Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen TNI dalam mendukung pemulihan pendidikan pasca bencana melalui semangat pengabdian dan gotong royong," ungkap Bakom RI.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti







