Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Anggaran Rp2 Miliar Digelontorkan Pemprov Sumbar untuk Perbaiki Irigasi Vital Sawah di Kabupaten Solok

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Anggaran Rp2 Miliar Digelontorkan Pemprov Sumbar untuk Perbaiki Irigasi Vital Sawah di Kabupaten Solok
Foto: Satu unit alat berat melakukan normalisasi sungai untuk mempercepat pemulihan sungai yang digunakan sebagai irigasi sawah masyarakat di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (sumber: ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Pantau - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengalokasikan anggaran Rp2 miliar untuk memperbaiki saluran irigasi yang mengairi 5.500 hektare sawah di Kabupaten Solok sebagai upaya menjaga pasokan air pertanian.

Anggaran dan Lokasi Perbaikan Irigasi

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyampaikan bahwa anggaran Rp2 miliar tersebut dialokasikan melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Barat untuk pembenahan irigasi di Nagari Banda Gadang, Koto Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.

"Untuk penanganan jangka panjang, tahun ini Pemerintah Provinsi Sumbar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), guna pembenahan saluran irigasi di Kabupaten Solok," ungkap Mahyeldi.

Saluran irigasi tersebut dinilai vital karena menjadi urat nadi pengairan areal persawahan di Kabupaten Solok yang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil padi terbaik di Ranah Minang.

Selain anggaran APBD, Mahyeldi juga meminta dukungan dana CSR dari Bank Nagari untuk pembenahan bagian hulu irigasi.

"Untuk penanganan permanen kita sudah alokasikan Rp2 miliar melalui Dinas PSDA Provinsi, sedangkan pembenahan Kapalo Banda kita minta dukungan CSR Bank Nagari," ujarnya.

Dampak Bencana dan Upaya Percepatan Perbaikan

Perbaikan irigasi dipercepat menyusul penumpukan sedimen lumpur akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025.

Sedimen tersebut mengganggu pasokan air persawahan di lima nagari, yakni Nagari Kotogaek Guguak, Kotogadang Guguak, Jawi-Jawi Guguak, Talang, dan Cupak.

Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian Sam Herodian menyatakan bahwa Kementerian Pertanian bersama Kementerian Pekerjaan Umum bergerak cepat memperbaiki irigasi rusak akibat banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatera.

Sejak bencana melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Kementan dan Kementerian PU langsung melakukan penanganan pada sungai-sungai sumber irigasi persawahan.

Di Sumatera Barat, salah satu titik prioritas perbaikan adalah aliran Batang Gawan di Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok.

Perbaikan Batang Gawan dinilai mendesak karena kawasan tersebut merupakan salah satu pusat lumbung padi di Ranah Minang.

Penulis :
Shila Glorya