
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar menyatakan bahwa cuaca buruk menjadi tantangan utama dalam upaya pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep dan Maros, Sulawesi Selatan.
Kepala BPBD Makassar, Fadli Tahir, menjelaskan bahwa kondisi hujan disertai kabut tebal membuat jarak pandang hanya 5–10 meter, menyulitkan tim SAR dalam menjangkau lokasi di puncak gunung.
Temuan Awal dan Medan Ekstrem Hambat Proses Evakuasi
Operasi pencarian ini merupakan operasi berskala nasional, dengan BPBD Makassar menjadi bagian dari tim SAR gabungan.
Sejak hari pertama, BPBD telah mengirim personel, membantu pengelolaan Posko Pencarian, terlibat dalam pelaporan dan pemetaan temuan, serta berkoordinasi lintas instansi.
Sejumlah temuan awal dilaporkan oleh tim di lapangan:
07.46 WITA: ditemukan bagian jendela pesawat
07.49 WITA: ditemukan bagian badan pesawat besar
07.52 WITA: ditemukan bagian ekor pesawat
Menyusul temuan itu, SRU 3 diperintahkan bergerak ke Pos 2 untuk memperluas pencarian, sementara SRU Aju melaporkan temuan serpihan besar lain melalui pemantauan udara dengan helikopter Caracal TNI AU.
Medan pencarian yang ekstrem membutuhkan peralatan khusus seperti tali dan carabiner, serta dukungan personel yang terlatih dalam mountaineering dan climbing.
Tim Gabungan Capai Lokasi Reruntuhan, Evakuasi Masih Berlangsung
Hingga pukul 09.16 WITA, personel dari Kopasgat, Basarnas, BPBD Makassar, Relawan Bosowa, TRC Tonasa, dan unsur kehutanan telah berada di area puncak gunung, termasuk lokasi badan dan ekor pesawat.
Pukul 10.23 WITA, tim kembali menemukan serpihan tambahan, sejumlah pakaian, dan potongan badan pesawat berukuran besar di sisi utara titik koordinat utama.
BPBD Makassar menegaskan bahwa aspek keselamatan personel menjadi prioritas utama, dan proses pencarian serta evakuasi masih terus berlangsung.
"Kami mendukung penuh operasi SAR nasional dan memastikan informasi yang disampaikan kepada publik terkoordinasi dan akurat melalui Posko resmi," tegas Fadli Tahir.
- Penulis :
- Gerry Eka








