
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meresmikan delapan sekolah hasil program revitalisasi satuan pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T yang berlokasi di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Senin, 19 Januari 2026.
Peresmian Sekolah di Wilayah Perbatasan
Peresmian delapan sekolah tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat di Pulau Sebatik yang merupakan pulau kecil terluar Indonesia dan berbatasan langsung dengan Malaysia.
Atip Latipulhayat menegaskan bahwa salah satu komponen penting dalam peningkatan kualitas pendidikan adalah ketersediaan sarana pendidikan yang memadai dan memenuhi syarat terciptanya sekolah yang aman, nyaman, serta mendukung pembelajaran yang efektif.
Program revitalisasi satuan pendidikan ini merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan sesuai amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah juga berpesan agar seluruh warga sekolah menjaga fasilitas yang telah dibangun dengan baik.
"Tadi disebut toilet, itu jangan satu tahun dibangun, tahun keduanya kotor, menjaga dan memelihara itu sangat penting," ungkapnya.
Apresiasi Daerah dan Dampak Revitalisasi
Wakil Bupati Kabupaten Nunukan Hermanus mengapresiasi kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ke Pulau Sebatik yang dinilainya bukan sekadar kunjungan biasa.
Menurut Hermanus, kunjungan tersebut membawa pesan kuat bahwa negara hadir dan memberi perhatian nyata kepada masyarakat di wilayah perbatasan.
"Secara khusus atas nama bupati saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Menteri dan Wakil Menteri Dikdasmen, yang memberikan atensi khusus kepada Kabupaten Nunukan atas pemberian revitalisasi yang luar biasa," ujarnya.
Kepala SMK Negeri 1 Nunukan Jathu Roswita menjelaskan bahwa sebelum revitalisasi siswa dan guru merasa khawatir saat hujan karena atap dan plafon sekolah sudah lapuk.
"Biasa kami pakaikan terpal untuk menahan supaya tidak bocor ke bawah, juga dengan jumlah siswa kami 752 tentu jumlah toilet kurang," jelasnya.
Setelah revitalisasi, kondisi bangunan sekolah dinilai lebih aman dan nyaman sehingga berdampak pada meningkatnya motivasi belajar siswa.
"Alhamdulillah, setelah mendapatkan revitalisasi ini, siswa atau peserta didik kami merasa senang, lebih termotivasi untuk datang ke sekolah, karena mendapati sekolahnya sudah aman, nyaman, bangunannya menarik," ungkap Jathu.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








