Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Dana Transfer Daerah Rawan Disalahgunakan di Tengah Bencana, Taufan Pawe Desak Pengawasan Diperketat

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Dana Transfer Daerah Rawan Disalahgunakan di Tengah Bencana, Taufan Pawe Desak Pengawasan Diperketat
Foto: Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe (sumber: DPR RI)

Pantau - Anggota Komisi II DPR RI, Taufan Pawe, mengingatkan pemerintah pusat untuk memperketat pengawasan terhadap dana transfer ke daerah, khususnya di wilayah yang terdampak bencana alam karena dinilai sangat rawan disalahgunakan.

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menegaskan bahwa anggaran tersebut merupakan nadi utama dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat yang tengah terpuruk akibat bencana.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam Rapat Kerja Komisi II DPR RI bersama mitra kerja—Kementerian Dalam Negeri, Kementerian ATR/BPN, dan Kementerian PANRB yang digelar di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Senin, 19 Januari 2026.

Pengawasan Dana Jadi Mandat Khusus DPR

Taufan menyampaikan bahwa Komisi II DPR RI menerima mandat langsung dari Pimpinan DPR RI untuk mengawal penggunaan dana transfer daerah agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

"Tadi saya mendengar penyampaian dari pimpinan, bahwa baru saja dilakukan rapat dengan pimpinan DPR RI. Komisi II diberikan tugas menjalankan fungsinya melakukan pengawasan terkait penggunaan dana-dana transfer ke daerah supaya tidak disalahgunakan. Ini yang pekerjaan berat," ungkapnya.

Menurutnya, tugas pengawasan tersebut bukan hanya kewajiban konstitusional, tetapi juga tanggung jawab moral demi menjamin akuntabilitas pengelolaan anggaran negara.

Inflasi Pascabencana Jadi Sorotan

Taufan yang juga Legislator dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan II menyoroti lonjakan inflasi pascabencana yang dinilainya sangat memberatkan masyarakat.

Ia mencatat adanya kenaikan inflasi di atas 10 persen di beberapa daerah terdampak, yang memperburuk kondisi warga yang sudah kehilangan harta benda.

"Ini yang saya titip tadi melalui Pak Wamen untuk diteruskan ke Pak Menteri. Pak Menteri itu setahu saya paling hebat dan piawai memonitoring daerah-daerah terkait pertumbuhan ekonominya. Tapi itu yang saya katakan tadi, kalau daerah pascabencana itu inflasinya di atas 10 persen, apa yang bisa diharap? Kasihan saudara-saudara kita di sana," ia mengungkapkan.

Sinergi Pemulihan Jadi Kunci

Menutup pernyataannya, Taufan mengajak semua instansi dan kementerian/lembaga untuk bersinergi dalam proses pemulihan daerah terdampak bencana.

Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketepatan distribusi dana transfer sebagai kunci utama dalam membangkitkan kembali perekonomian daerah.

"Kita harus men-support agar supaya kembali bangkit, dengan kata kunci: dana-dana transfer keuangan ke daerah, khususnya di daerah bencana ini, betul-betul dijaga dengan baik. Komisi II mengawal dengan baik, bersama-sama dengan instansi-instansi atau kementerian lembaga lainnya," tegasnya.

Penulis :
Arian Mesa