
Pantau - Delegasi Indonesia menyerukan pentingnya penguatan tata kelola air yang berkelanjutan dalam mendukung sistem pangan dunia saat menghadiri Global Forum for Food and Agriculture (GFFA) 2026 di Berlin, Jerman.
Indonesia Tegaskan Keterkaitan Air dan Ketahanan Pangan
Seruan tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Nani Hendiarti, yang hadir sebagai Ketua Delegasi RI.
Nani Hendiarti hadir bersama Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian, Widiastuti, mewakili Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
"Forum ini menegaskan bahwa ketahanan pangan dan ketahanan air adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan", ungkapnya.
Forum GFFA 2026 digelar pada Jumat, 16 Januari 2026, dengan tema "Water. Harvests. Our Future" atau "Air. Panen. Masa Depan Kita", untuk merespons krisis air global yang semakin mengancam sistem pangan dunia.
Forum ini mempertemukan 61 menteri pertanian dari berbagai negara serta 14 perwakilan tingkat tinggi dari organisasi internasional.
Dalam forum tersebut, Indonesia menekankan pentingnya pengelolaan air yang bijaksana sebagai kunci masa depan pertanian, terutama bagi negara-negara yang rentan terhadap perubahan iklim.
"Air menyatukan kita, energi mendorong inovasi, dan sistem pangan yang berkelanjutan memberikan nutrisi bagi masyarakat sekaligus menjaga bumi", ia mengungkapkan.
Perkuat Kerja Sama Internasional di Bidang Air dan Pangan
Delegasi Indonesia juga mengikuti 18th Berlin Agriculture’s Minister Conference, yang merupakan puncak rangkaian GFFA 2026.
Pernyataan Indonesia sejalan dengan pesan GFFA 2026, yang menyepakati perlunya memperkuat peran sektor pertanian dalam kebijakan air internasional.
Forum juga mendorong investasi pada infrastruktur air yang berkelanjutan sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan global.
Indonesia telah menunjukkan komitmennya melalui modernisasi irigasi dan penerapan teknologi iklim untuk mendukung swasembada beras nasional.
"GFFA 2026 menjadi momentum bagi ribuan ahli dari politik, bisnis, sains, dan masyarakat sipil untuk mencapai konsensus global terkait pengelolaan sumber daya air yang terintegrasi demi menjamin hak atas pangan bagi seluruh penduduk dunia", jelas Nani Hendiarti.
Selain menghadiri forum tingkat menteri, Delegasi RI juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanian dari negara-negara seperti Jerman, Polandia, Brasil, Fiji, dan Uzbekistan.
Delegasi RI juga bertemu dengan Utusan Khusus PBB untuk Air serta perwakilan organisasi internasional dan sektor swasta.
Beberapa organisasi dan perusahaan yang ditemui antara lain Bayer, German Water Partnership, KfW, dan BASF.
Rangkaian pertemuan tersebut bertujuan memperkuat kerja sama dalam penanganan sampah laut serta menjajaki peluang kerja sama di bidang pangan dan pertanian.
Anggota Delegasi RI yang hadir antara lain Wakil Duta Besar RI untuk Republik Federal Jerman Fajar Wirawan Harijo, Asisten Deputi Produksi Pangan dan Perubahan Iklim Fajar Nuradi, dan Asisten Deputi Pengelolaan Sarana dan Prasarana Produksi Pertanian Bona Kusuma.
- Penulis :
- Arian Mesa







