Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Inggris Kecam Rencana Tarif AS Terkait Greenland, Starmer Peringatkan Dampak Serius bagi Ekonomi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Inggris Kecam Rencana Tarif AS Terkait Greenland, Starmer Peringatkan Dampak Serius bagi Ekonomi
Foto: (Sumber: Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. (ANTARA/Anadolu/py/am.))

Pantau - Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, pada hari Senin (19/1) menyatakan bahwa keputusan Amerika Serikat untuk memberlakukan tarif terhadap negara-negara Eropa, termasuk Inggris, telah menimbulkan dampak sangat buruk dan mengancam stabilitas ekonomi nasional.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada hari Sabtu mengumumkan akan mengenakan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia, mulai 1 Februari.

Tarif tersebut rencananya akan dinaikkan menjadi 25 persen pada bulan Juni, kecuali jika Amerika Serikat berhasil mengakuisisi Greenland.

Respons Inggris terhadap Rencana Tarif

Perdana Menteri Starmer menegaskan bahwa Inggris tetap menjunjung kerja sama erat dengan Amerika Serikat, namun tidak akan mengabaikan kepentingan nasionalnya.

"Hal ini telah menimbulkan dampak yang sangat buruk di seluruh Inggris Raya. Kami adalah sekutu AS, dan kami bekerja sama erat dengan mereka. Oleh karena itu, saya tidak terkejut dengan reaksi yang terjadi di seluruh Inggris Raya, dan ini adalah situasi yang sangat serius", ungkapnya.

Ia juga menyatakan bahwa Inggris akan terus mempertahankan prinsip-prinsip dasarnya dalam menghadapi tantangan ini.

"Kami harus jelas mengenai prinsip-prinsip yang kami terapkan di sini. Kami akan terus melakukannya. Mengenai masalah tarif, perang tarif bukanlah kepentingan siapa pun", tegasnya.

Starmer menambahkan bahwa ia ingin menghindari perang tarif karena akan merugikan pelaku usaha, pekerja, dan keluarga di seluruh negeri.

"Oleh karena itu, yang ingin saya lakukan adalah menghindari perang tarif karena akan menghantam bisnis, pekerja, dan keluarga di seluruh negeri", jelasnya.

Komunikasi Diplomatik dan Ketegangan dengan AS

Starmer juga menyampaikan bahwa pemerintah Inggris terus menjalin komunikasi intensif dengan sekutu-sekutu Eropa dan Amerika Serikat terkait situasi ini.

"Saya telah berbicara dengan Presiden Trump kemarin, seperti yang saya kira Anda semua ketahui, dan saya pasti akan berbicara dengannya lagi dalam beberapa hari mendatang", ujarnya.

Ia menambahkan: "Kami, kantor kami, terus berkomunikasi sepanjang waktu tentang masalah ini. Tetapi, kami harus menemukan cara yang pragmatis, masuk akal, dan berkelanjutan untuk mengatasi hal ini agar terhindar dari beberapa konsekuensi yang akan sangat serius bagi negara kami".

Sementara itu, ketegangan meningkat menyusul pengumuman militer Denmark pada hari Rabu untuk memperkuat kehadiran mereka di Greenland bekerja sama dengan sekutu NATO dan meningkatkan pelatihan militer di wilayah tersebut.

Greenland merupakan bagian dari Kerajaan Denmark, namun Presiden Trump secara terbuka menyatakan keinginannya agar pulau tersebut menjadi bagian dari Amerika Serikat.

Pemerintah Denmark dan otoritas Greenland telah memperingatkan agar Amerika Serikat tidak mencoba merebut wilayah tersebut secara sepihak.

Mereka menegaskan bahwa integritas teritorial Greenland harus dihormati oleh Washington.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf