
Pantau - Kementerian Pertahanan Jerman menegaskan penyelesaian misi 13 personel Bundeswehr atau Angkatan Bersenjata Jerman di Greenland berjalan sesuai rencana dan tidak dilakukan secara tergesa-gesa sebagaimana diberitakan sejumlah media.
Penegasan tersebut disampaikan untuk meluruskan pemberitaan yang menyebut penarikan pasukan dilakukan secara mendadak dan tidak terencana.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman Mitko Mueller pada Senin 19 Januari 2026 menyatakan laporan mengenai perintah mendadak dari Berlin kepada para prajurit untuk meninggalkan Greenland tidak sesuai dengan fakta.
Pernyataan itu disampaikan sebagai tanggapan atas laporan harian Jerman Bild yang mengklaim bahwa pasukan Bundeswehr diperintahkan pulang secara tiba-tiba pada Minggu pagi.
Mueller menjelaskan bahwa dalam pemberitaan pers ia menjumpai istilah seperti diam-diam atau tergesa-gesa, namun misi pengintaian tersebut diselesaikan sesuai rencana pada akhir pekan.
Ia menambahkan bahwa tim Bundeswehr kembali dari Greenland sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Mueller menyampaikan bahwa misi tersebut bahkan berlangsung satu hari lebih lama dari rencana awal.
Perpanjangan misi terjadi akibat kondisi cuaca yang menyebabkan salah satu titik yang sebelumnya dijadwalkan untuk dikunjungi tidak dapat didatangi.
Pada pekan sebelumnya, sebanyak 13 personel Bundeswehr diterbangkan ke Greenland untuk melaksanakan misi pengintaian di wilayah tersebut.
Selain Jerman, sejumlah negara Eropa lain yang menjadi mitra dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau North Atlantic Treaty Organization (NATO) juga mengirimkan personel militernya ke Greenland.
Greenland merupakan wilayah yang menjadi bagian dari Kerajaan Denmark.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali menyatakan bahwa Greenland seharusnya menjadi bagian dari Amerika Serikat.
Pemerintah Denmark bersama otoritas Greenland telah memperingatkan Washington agar tidak berupaya mengambil alih pulau tersebut.
Pemerintah Denmark dan otoritas Greenland juga menegaskan harapan agar kedaulatan wilayah mereka tetap dihormati.
- Penulis :
- Aditya Yohan







