
Pantau - Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Papua Pegunungan mendorong pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Jayawijaya guna mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Kelompok SPPG Papua Pegunungan, Wahyu Adi Pratama, menyampaikan bahwa sektor pertanian dan perkebunan di Jayawijaya terus didorong agar dapat memenuhi standar kebutuhan harian program MBG.
"Saat ini kita telah memiliki tiga dapur MBG, dan setiap dapurnya melayani 3.000–4.000 penerima manfaat. Sayur yang dibutuhkan setiap porsinya adalah 200 gram, sehingga 200 gram dikali dengan estimasi penerima manfaat anggaplah 10.500, maka sayuran segar yang dibutuhkan setiap harinya mencapai 2,1 ton," ungkapnya.
Kebutuhan Sayur Harian Capai 2,1 Ton
Wahyu menjelaskan bahwa tidak semua sayuran yang diterima dalam kondisi layak pakai, sehingga penanganan ekstra dibutuhkan demi menjaga standar pelayanan program MBG di Jayawijaya.
"Kami gunakan seluruh jenis sayuran yang tumbuh di wilayah Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Jayawijaya seperti buncis, kubis (kol), kentang, kacang panjang, sawi, bayam, termasuk kangkung yang biasa didatangkan dari Jayapura melalui usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM," ia mengungkapkan.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan sayuran untuk program MBG di Jayawijaya masih sangat kurang dan harus mencari pasokan hingga ke luar Wamena.
"Kebutuhan sayur memang sangat kurang di Wamena untuk memenuhi standar MBG, kalau pun ada harganya tidak masuk dalam standar minimum harga sayuran sesuai prosedur sehingga biasanya karyawan dapur harus turun sendiri mencari di lapangan. Bahkan, kami harus beli hingga ke Jayapura," jelasnya.
Ajakan Menanam untuk Petani Lokal
Wahyu juga mendorong pemerintah daerah agar lebih aktif mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan guna mencukupi kebutuhan sayuran dan buah-buahan lokal di Jayawijaya.
"Masyarakat harus dapat kembali menanam, karena tanah dan kondisi di Wamena sangat bagus untuk pertanian. Tanpa pupuk pun sayuran bisa tumbuh dengan baik," katanya.
Ia menekankan bahwa petani tidak perlu ragu soal hasil panen mereka karena seluruh hasil akan dibeli oleh dapur MBG.
"Salah satu tujuan utama program MBG adalah meningkatkan kesejahteraan petani, maka sayuran segar seusai panen langsung bawa saja ke tiga dapur MBG yang ada di Wamena, kami pastikan akan dibeli semuanya sesuai standar harga yang telah ditentukan," tegasnya.
- Penulis :
- Shila Glorya







