HOME  ⁄  Nasional

Jembatan Totor Pelang Kembali Berfungsi, 16 Desa Terisolasi di Aceh Tengah Kini Terhubung Kembali

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Jembatan Totor Pelang Kembali Berfungsi, 16 Desa Terisolasi di Aceh Tengah Kini Terhubung Kembali
Foto: Jembatan bailey penghubung 16 desa di dua kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah rampung, Senin 19/1/2026 (sumber: Pemkab Aceh Tengah)

Pantau - Jembatan bailey yang dikenal masyarakat sebagai Jembatan Totor Pelang, penghubung dua kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah yaitu Silih Nara dan Rusip Antara, resmi difungsikan kembali pada Senin, 19 Januari 2026, setelah rampung dibangun.

Sebanyak 16 desa yang sebelumnya terisolasi total akibat robohnya jembatan karena banjir bandang pada akhir November 2025 kini kembali dapat diakses.

"Pasca-bencana daerah ini terisolir, ada sekitar 16 desa yang terdampak. Hari ini semuanya sudah bisa dilewati," ungkap salah satu pejabat terkait.

Jembatan Vital untuk Ekonomi dan Layanan Publik

Jembatan Totor Pelang memiliki peran strategis sebagai penghubung antarwilayah dan menjadi urat nadi perekonomian masyarakat sekitar.

Setelah jembatan ini roboh akibat diterjang banjir bandang, seluruh akses ke desa-desa di sekitarnya terputus, menyebabkan lumpuhnya aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.

Kini, dengan berfungsinya kembali jembatan tersebut, masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

" Hari ini masyarakat bahagia karena sudah bisa lewat. Ekonomi mulai bergerak kembali. Ini adalah harapan masyarakat sejak awal pasca-bencana dan hari ini mulai terwujud," ia mengungkapkan.

Distribusi hasil pertanian kembali berjalan normal, dan akses terhadap fasilitas pendidikan serta layanan kesehatan pun kembali terbuka bagi masyarakat yang sebelumnya terisolasi.

Hasil Kolaborasi dan Komitmen Pengawasan

Pembangunan Jembatan Totor Pelang merupakan hasil kerja sama antara Kementerian PUPR, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.

Warga diminta untuk menjaga jembatan tersebut dan mematuhi batas beban maksimum kendaraan yang melewatinya, yakni antara 15 hingga 20 ton.

" Mohon ini dijaga bersama. Jika ada kendaraan yang melebihi tonase harus tegas. Ini jalan kita bersama. Pengawasan dari masyarakat sangat penting," tegasnya.

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah juga telah merencanakan pembangunan jembatan permanen untuk menggantikan struktur sementara yang ada saat ini.

Penulis :
Leon Weldrick