Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

PLN Umumkan Pemulihan Listrik Hampir Tuntas di Sumatera, Aceh Masih Hadapi Tantangan Berat

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

PLN Umumkan Pemulihan Listrik Hampir Tuntas di Sumatera, Aceh Masih Hadapi Tantangan Berat
Foto: Dirut PLN Darmawan Prasodjo memberi keterangan terkait pemulihan kelistrikan di daerah bencana Sumatera saat temu pers di Aceh Tamiang, Rabu 31/12/2025 (sumber: ANTARA/Dede Harison)

Pantau - PT PLN (Persero) mengumumkan bahwa pemulihan listrik akibat bencana banjir di sebagian besar wilayah Sumatera hampir sepenuhnya tuntas, dengan pengecualian Provinsi Aceh yang masih mengalami hambatan serius karena kerusakan infrastruktur dan akses jalan yang terputus.

Pemulihan Hampir Selesai di Sumatera Utara dan Sumatera Barat

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan perkembangan ini dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta pada Rabu (20/1).

Di Sumatera Utara, dari total 6.223 desa terdampak banjir, sebanyak 99,97 persen desa telah kembali mendapatkan pasokan listrik.

Hanya tersisa dua desa di Tapanuli Utara yang masih padam akibat banjir susulan.

" Kami harus mengakui bahwa kami mendirikan tiang listrik kembali bukan dalam kondisi ideal ketika tanah masih stabil, tetapi listrik harus menyala kembali," ungkapnya.

" Maka tiang-tiang listrik yang sudah kami dirikan, ada yang roboh, kami dirikan lagi, roboh, kami dirikan kembali," tambah Darmawan.

Sementara itu, di Sumatera Barat, seluruh 1.265 desa terdampak telah pulih sejak 23 Desember 2025.

Aceh Masih Dilanda Gangguan Transmisi dan Terisolasi

Berbeda dengan wilayah lain di Sumatera, Provinsi Aceh masih menghadapi kendala besar dalam pemulihan listrik akibat kerusakan jalur transmisi yang parah.

PLN melaporkan bahwa gangguan terjadi pada jalur transmisi Bireun - Arun - Peusangan, yang merupakan penghubung utama antara PLTMG Arun dan wilayah Bireun, Takengon, serta Banda Aceh.

Jalur transmisi Langsa - Pangkalan Brandan yang menghubungkan sistem Aceh dengan jaringan interkoneksi Sumatera juga mengalami gangguan.

" Kami menghadapi kerusakan transmisi dalam skala yang belum pernah dihadapi sebelumnya," kata Darmawan.

Total terdapat 66 tower transmisi yang rusak, terdiri atas 19 tower yang roboh dan 47 tower yang mengalami deformasi.

Perbaikan sistem kelistrikan terhambat oleh akses jalan menuju lokasi yang masih terisolasi.

Dari sekitar 6.500 desa di Aceh, masih terdapat 60 desa atau kurang dari 1 persen yang belum kembali mendapatkan aliran listrik.

Desa-desa yang masih mengalami pemadaman tersebar di beberapa kabupaten, yaitu Aceh Barat (1 desa), Aceh Tamiang (6 desa), Aceh Timur (3 desa), Aceh Utara (1 desa), Bireun (1 desa), Bener Meriah (12 desa), Gayo Lues (7 desa), dan Aceh Tengah (29 desa).

" Kami perlu melakukan perencanaan dan juga bagaimana memperkuat sistem kami untuk menghadapi bencana seperti ini," ujarnya.

Penulis :
Arian Mesa