Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Efisiensi Rp8,6 Triliun: Kemenag Hemat Anggaran Pelatihan Lewat Platform Digital MOOC Pintar

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Efisiensi Rp8,6 Triliun: Kemenag Hemat Anggaran Pelatihan Lewat Platform Digital MOOC Pintar
Foto: Kepala Pusbangkom SDM Kemenag Mastuki (sumber: Kemenag)

Pantau - Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia (Pusbangkom SDM) Kementerian Agama (Kemenag) berhasil menghemat anggaran pelatihan hingga Rp8,6 triliun pada tahun 2025 berkat pemanfaatan platform digital Massive Open Online Course (MOOC) Pintar.

Transformasi Digital Tekan Biaya Pelatihan Konvensional

Kepala Pusbangkom SDM Kemenag, Mastuki, menyampaikan bahwa digitalisasi pelatihan secara signifikan menekan biaya besar yang sebelumnya dibutuhkan dalam metode pelatihan konvensional.

"Pengembangan kompetensi melalui MOOC Pintar ini sangat efisien, nilainya mencapai Rp8,6 triliun," ungkapnya.

Pelatihan tatap muka konvensional selama ini memerlukan biaya untuk akomodasi, transportasi, konsumsi, dan penyediaan sarana fisik.

"Pengembangan kompetensi dengan pola konvensional berbiaya sangat mahal dan membutuhkan effort yang sangat besar. Tapi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, semua bisa dilakukan dengan biaya yang sangat murah," ia mengungkapkan.

Jumlah peserta pengembangan kompetensi pada tahun 2025 mencapai 1.532.242 orang.

Jika menggunakan metode tatap muka, dibutuhkan sebanyak 51.074 kelas.

Setiap kelas dengan pola konvensional memerlukan biaya rata-rata sebesar Rp170 juta, sehingga total kebutuhan anggaran mencapai Rp8,682 triliun.

Dengan pemanfaatan MOOC Pintar, pelatihan dapat dilakukan secara lebih efisien, cepat, dan luas tanpa menurunkan kualitas pembelajaran.

Ramah Lingkungan dan Dukung Pembangunan Berkelanjutan

Selain menekan anggaran, penggunaan MOOC Pintar juga dinilai lebih ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan kertas secara drastis.

Jika menggunakan metode tatap muka, setiap kelas membutuhkan rata-rata tiga rim kertas.

Dengan total 51.074 kelas, kebutuhan kertas mencapai 153.222 rim.

Satu batang pohon dapat menghasilkan rata-rata 16 rim kertas, sehingga metode konvensional setara dengan penebangan 9.576 batang pohon.

"153.222 rim kertas itu setara dengan 9.576 batang pohon. Dengan konsep paperless, pohon sebanyak itu tidak perlu ditebang," jelas Mastuki.

Ia juga menyatakan bahwa capaian digitalisasi ini merupakan bentuk komitmen Kemenag dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan penguatan ekoteologi.

Langkah ini mencerminkan kesadaran keberagamaan yang berpihak pada kelestarian lingkungan.

Penulis :
Arian Mesa