Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Siapkan Kampus Kedokteran Baru dan Gratis untuk Atasi Krisis Dokter di Indonesia

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemerintah Siapkan Kampus Kedokteran Baru dan Gratis untuk Atasi Krisis Dokter di Indonesia
Foto: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Kamis 22/1/2026 (sumber: ANTARA/Mecca Yumna)

Pantau - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa pembukaan fakultas kedokteran baru merupakan langkah strategis untuk mengatasi kekurangan jumlah dokter dan distribusi tenaga medis yang belum merata di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi dalam keterangan pers di Jakarta pada Kamis, 22 Januari 2026.

Ia menjelaskan bahwa kondisi saat ini menunjukkan satu orang dokter bisa berpraktik di tiga tempat sekaligus, menandakan kebutuhan tenaga medis yang mendesak.

"Jadi kira-kira kalau saya bilang ya harus tiga kali lipat lah naiknya jumlahnya. Nah caranya gimana? Ya Pak Prabowo juga udah lihat itu, bahwa jumlahnya kurang. Kita harus memang buka yang lebih banyak supaya orang-orang bisa masuk. Tanpa mengurangi kualitas," ungkapnya.

Strategi Pemerintah Percepat Produksi Dokter

Budi optimistis bahwa produksi dokter di Indonesia dapat ditingkatkan seperti di Korea Selatan yang memiliki rasio dokter lebih tinggi, meskipun jumlah penduduknya hanya seperlima dari Indonesia.

Ia menargetkan rasio dokter umum di Indonesia bisa mencapai 1 per 1.000 penduduk, atau sekitar 280 ribu dokter secara nasional.

"Kan itu kan jadi 280 ribu, itu kan rata-rata lower middle income country ya. Tapi kalau rata-rata dunia kan 1,76 per seribu," ia mengungkapkan.

Mengenai perhitungan teknis kampus baru, Budi menyebut bahwa hal tersebut berada di bawah kewenangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dukungan Presiden dan Langkah Konkret

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyoroti pentingnya pemenuhan tenaga dokter nasional dalam acara Taklimat Presiden yang dihadiri oleh lebih dari 1.200 pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta di Jakarta.

Saat ini, Indonesia kekurangan lebih dari 100 ribu dokter untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 15 Januari 2026.

Ketika ditanya mengenai topik utama dalam pertemuan tersebut, Prasetyo menegaskan bahwa "Prabowo siapkan kampus kedokteran gratis atasi kekurangan dokter."

Ia menjelaskan bahwa strategi percepatan tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah lulusan dokter, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas pendidikan kedokteran di perguruan tinggi.

Upaya peningkatan ini meliputi perbaikan kualitas dosen serta penguatan sarana dan prasarana pendukung pendidikan kedokteran.

Penulis :
Shila Glorya