Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Rute Internasional Bandara Ahmad Yani Dorong Investasi Asing, Singapura Jadi Penyumbang Terbesar Kedua

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Rute Internasional Bandara Ahmad Yani Dorong Investasi Asing, Singapura Jadi Penyumbang Terbesar Kedua
Foto: Ilustrasi - pembukaan kembali rute penerbangan internasional ke Singapura di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang pada Desember 2024 (sumber: Pemprov Jateng)

Pantau - Pembukaan rute penerbangan internasional dari Semarang menuju Kuala Lumpur dan Singapura di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani terbukti mendorong peningkatan investasi asing di Jawa Tengah, khususnya dari Singapura.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menyatakan bahwa keberadaan penerbangan internasional tersebut memberikan dampak positif terhadap sektor investasi dan pariwisata.

"Penerbangan langsung ini memberikan kemudahan bagi pelaku usaha, terutama dari Singapura, untuk masuk ke Jawa Tengah," ungkapnya.

Ia menambahkan, Singapura merupakan salah satu negara asal investor terbesar di provinsi tersebut.

"Begitu rute Semarang–Singapura dibuka dengan maskapai Scoot, banyak pelaku usaha dari Singapura datang ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, yang mayoritas investornya berasal dari Singapura," katanya.

Mobilitas Investor Meningkat, Efisiensi Waktu Dirasakan

Dengan adanya rute langsung dari Semarang ke Singapura dan Malaysia, para investor tidak lagi harus melalui Jakarta, sehingga waktu tempuh menjadi lebih efisien.

Efisiensi ini semakin terasa terutama bagi investor yang ingin mengunjungi KEK Kendal, salah satu kawasan industri strategis di Jawa Tengah.

Berdasarkan data DPMPTSP Jawa Tengah, nilai investasi dari Singapura mencapai Rp11,43 triliun atau 22,48 persen dari total penanaman modal asing (PMA) di provinsi tersebut.

Capaian ini menjadikan Singapura sebagai negara investor terbesar kedua di Jawa Tengah setelah Hong Kong.

"Untuk penanaman modal di Jateng, investor Singapura lebih banyak masuk ke kawasan industri. KEK Kendal merupakan konsorsium antara PT Jababeka Tbk dari Indonesia dan Sembcorp Development Ltd, yang berinvestasi pada pembangunan infrastruktur kawasan," jelas Sakina.

Pemerintah Aktif Lakukan Pendekatan ke Investor

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terus melakukan pendekatan agar investor yang telah menanamkan modalnya di Jawa Tengah bersedia memperluas usahanya ke wilayah lain.

Pendekatan ini tidak hanya ditujukan kepada investor asal Singapura, tetapi juga kepada penanam modal dari negara lain.

"Selain mendorong investasi ke kawasan industri, kami juga membangun relasi yang baik dengan investor asing, domestik, maupun lokal. Kami juga melakukan pendampingan, termasuk saat sistem OSS RBA (Online Single Submission – Risk Based Approach) sempat bermasalah. Kami duduk bersama dan memfasilitasi," ia mengungkapkan.

Rute internasional dari Bandara Ahmad Yani sebelumnya sempat terhenti sejak pandemi COVID-19.

Penerbangan internasional ke Kuala Lumpur telah kembali dibuka pada September 2025, sementara ke Singapura dimulai pada Desember 2025.

Penulis :
Leon Weldrick