
Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan langkah darurat untuk menangani kerusakan akses jalan dan jembatan akibat banjir dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Jeumpa, Aceh, dan wilayah Sumatera lainnya.
Akses Jalan Terputus, Kementerian PU Prioritaskan Konektivitas
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembukaan kembali akses jalan dan jembatan merupakan prioritas utama dalam tahap awal penanganan bencana.
"Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan dan distribusi logistik tidak terhenti", ujarnya.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera telah mengakibatkan terputusnya sejumlah ruas jalan nasional dan daerah.
Di Provinsi Aceh, beberapa titik jalan nasional mengalami kerusakan berat dan tidak dapat dilalui, sementara jalan daerah terputus akibat longsoran dan gerusan sungai.
Kondisi serupa juga terjadi di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Ribuan Jalan dan Ratusan Jembatan Terdampak, Penanganan Bertahap Dilakukan
Dampak bencana di Aceh meliputi:
38 jalan nasional dan 16 jembatan nasional terdampak, seluruhnya kini telah fungsional kembali.
1.587 ruas jalan daerah terdampak, dengan 1.095 ruas sudah fungsional dan 492 ruas masih dalam tahap perbaikan.
615 jembatan daerah terdampak, dengan 101 jembatan telah fungsional dan 514 jembatan masih diperbaiki.
Di Desa Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa, akses jalan terputus akibat longsor dan luapan sungai yang menggerus badan jalan dan merusak struktur penghubung antarwilayah.
Kementerian PU segera mengupayakan penanganan darurat agar akses masyarakat kembali tersambung.
“Terkait akses jalan dan jembatan nanti akan segera ditangani. Saya minta kepada BPJN Aceh untuk segera mencari trase jalan dan diprioritaskan juga untuk penanganan fungsional dengan jembatan perintis", kata Dody.
Solusi Permanen Disiapkan untuk Cegah Kerusakan Berulang
Dody menegaskan bahwa penanganan tidak berhenti pada tahap tanggap darurat.
"Kita tidak hanya membuka akses sementara, tetapi juga menyiapkan solusi permanen. Jalan dan jembatan yang rusak akan dibangun kembali dengan standar teknis yang lebih kuat dan aman, agar kejadian serupa tidak berulang", tambahnya.
Penanganan akses jalan dan jembatan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilakukan secara bertahap melalui:
- Pengerahan alat berat
- Pembangunan jembatan sementara
- Perencanaan jalan dan jembatan permanen dalam tahap rekonstruksi pasca-bencana
- Penulis :
- Aditya Yohan








