
Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan 21 mahasiswa magang dari Politeknik PU untuk mendukung upaya pemulihan pascabencana banjir di Aceh dan Sumatera Utara. Langkah ini disebut sebagai bentuk kesiapsiagaan sekaligus pengabdian kepada negara.
"Ini adalah wujud pengabdian insan PU kepada ibu pertiwi, tidak hanya membangun, tetapi juga membangun kembali dengan lebih baik atau build back better pascabencana," ujar Menteri PU Dody Hanggodo.
Para mahasiswa tersebut akan memperkuat tim teknis Kementerian PU yang telah lebih dulu bertugas di lapangan dalam rangka mempercepat pemulihan infrastruktur dan layanan dasar di wilayah terdampak.
Mahasiswa Ditempatkan di Tiga Satuan Kerja Strategis
Sebanyak 21 mahasiswa berasal dari tiga program studi berbeda di lingkungan Politeknik PU dan telah ditempatkan di satuan kerja sesuai bidangnya.
Sebanyak 5 mahasiswa dari Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Air ditugaskan di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II.
Sebanyak 10 mahasiswa dari Program Studi Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan ditempatkan di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara.
Sebanyak 6 mahasiswa dari Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung bertugas di Satuan Kerja Prasarana Strategis Sumatera Utara.
Dalam penugasannya, mahasiswa akan membantu kegiatan inventarisasi dan pendataan kerusakan infrastruktur, melakukan pendampingan teknis lapangan, serta mendukung proses quick design untuk bangunan terdampak bencana.
Penugasan Selama Enam Bulan, Fokus pada Profesionalisme dan Kepedulian Sosial
Direktur Politeknik PU, Brawijaya, menjelaskan bahwa penugasan mahasiswa akan berlangsung selama enam bulan di dua provinsi tersebut.
"Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan bekerja dengan penuh tanggung jawab, disiplin, serta menjaga nama baik institusi dan Kementerian PU," ujar Brawijaya.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Apri Artoto, menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa magang merupakan bagian dari pembentukan sumber daya manusia yang unggul dan memiliki kepedulian sosial.
"Kehadiran mahasiswa magang diharapkan memberikan kontribusi positif bagi proses pemulihan di lapangan. Ini bukan hanya pembelajaran akademik, tetapi juga pembentukan integritas, kepekaan sosial, dan bakti kepada negara," kata Apri.
- Penulis :
- Aditya Yohan








