
Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera melakukan normalisasi Kali Cakung Lama yang menjadi hambatan utama (bottleneck) dalam penanganan banjir di wilayah Kelapa Gading hingga Cilincing, Jakarta Utara.
"Seperti kita ketahui bersama, saya mengecek langsung, memang di Kali Cakung Lama ini terjadi 'bottleneck'," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo usai meninjau Segmen Sungai Begog di Kali Cakung Lama.
Luapan air dari sungai tersebut menyebabkan banjir di sejumlah kawasan, seperti Kelapa Gading, Sukapura, Cilincing, Pegangsaan Dua, dan sekitarnya.
Titik Bottleneck Hambat Aliran ke Laut
Pramono menjelaskan bahwa titik bottleneck ini menjadi penghambat utama aliran air menuju laut, yang memperburuk kondisi banjir saat hujan deras.
Ia meminta Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin untuk segera melakukan normalisasi kali sepanjang kurang lebih dua kilometer di wilayah tersebut.
Normalisasi ini menjadi program prioritas karena merupakan aspirasi masyarakat dan mengingat kondisi banjir yang terus berulang.
"Saya tadi sudah tanya secara langsung kepada penduduk, dulu kenapa tidak dilakukan karena memang sebagian pasti masih keberatan," ujarnya.
Namun, akibat banjir yang terus terjadi, terutama dalam dua minggu terakhir, kini sebagian besar masyarakat bersedia dilakukan normalisasi.
Sungai Menyempit dari 20 Meter Jadi 2 Meter
Pramono menyebutkan bahwa beberapa sungai di wilayah tersebut saat ini hanya memiliki lebar sekitar dua meter, padahal awalnya mencapai 20 meter.
Penyempitan ini dinilai memperparah kondisi banjir karena menurunkan kapasitas tampungan dan aliran air.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelar rapat bersama jajaran terkait untuk membahas rencana teknis normalisasi kali tersebut.
"Supaya Kelapa Gading dan sebagainya tidak berdampak seperti sekarang," katanya.
- Penulis :
- Aditya Yohan







