Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

WEF Dukung Ocean Impact Summit 2026 di Bali, Presiden Prabowo Saksikan Penandatanganan Kerja Sama

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

WEF Dukung Ocean Impact Summit 2026 di Bali, Presiden Prabowo Saksikan Penandatanganan Kerja Sama
Foto: (Sumber: Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono berbicara dalam forum Velocity of the Blue Economy, bagian dari World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Kamis (22/1/2026). ANTARA/HO-KKP/am.)

Pantau - World Economic Forum (WEF) menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Ocean Impact Summit (OIS) 2026 yang akan digelar pada 8–9 Juni 2026 di Bali.

Dukungan ini ditandai melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dengan dua Direktur Utama WEF, Sebastian Buckup dan Maroun Kairouz.

Penandatanganan berlangsung di Congress Center WEF, Davos, Swiss, pada Kamis, 22 Januari 2026, waktu setempat.

Presiden RI Prabowo Subianto turut hadir dan menyaksikan langsung penandatanganan dokumen tersebut.

Empat Fokus Kerja Sama untuk Ekonomi Biru

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadi bagian dari penyelenggara OIS 2026.

Menteri Trenggono menyatakan bahwa kesepakatan ini bertujuan untuk memperkuat aksi, kemitraan, dan investasi berkelanjutan.

"Serta menyelaraskan peran berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung agenda ekonomi biru dan kepemimpinan Indonesia di tingkat global," ujarnya.

Dalam dokumen LoI tersebut, tercantum empat poin utama kerja sama antara KKP dan WEF:

Memposisikan laut sebagai prioritas strategis dalam aspek ekonomi, lingkungan, dan geopolitik, serta menyoroti peran laut sebagai infrastruktur dasar bagi pertumbuhan global, stabilitas iklim, ketahanan pangan, dan kesejahteraan sosial.

Mendukung dialog dan kolaborasi tingkat sistem melalui arsitektur OIS 2026.

Mengkatalisasi aksi, kemitraan, dan investasi melalui dukungan terhadap identifikasi, diskusi, serta pengumuman inisiatif kolaboratif, platform, dan jalur investasi yang dapat berkelanjutan pasca OIS 2026.

Memperkuat keselarasan dan koherensi di antara pemangku kepentingan seperti pemerintah, industri, lembaga keuangan, organisasi internasional, inovator, lembaga filantropi, dan masyarakat sipil dalam mendukung prioritas ekonomi biru Indonesia.

Presiden Promosikan OIS 2026 di Davos

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga mempromosikan OIS 2026 kepada para peserta WEF di Davos.

Ia mengajak tokoh ekonomi dan para pemimpin dunia untuk hadir dan berpartisipasi dalam Ocean Impact Summit 2026 yang akan diselenggarakan di Bali.

OIS 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam agenda ekonomi biru dan keberlanjutan kelautan di tingkat global.

Penulis :
Ahmad Yusuf