
Pantau - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, resmi menetapkan status darurat bencana menyusul terjadinya longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, yang menyebabkan banyak korban jiwa dan warga hilang.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menyatakan bahwa penetapan status tersebut dilakukan karena jumlah korban yang terdampak cukup besar.
"Saya tetapkan per hari ini darurat bencana, karena korban cukup banyak," ungkapnya.
Penetapan status darurat bencana bertujuan mempercepat proses penanganan di lapangan dan memaksimalkan koordinasi antarinstansi.
Saat ini, fokus utama pemerintah daerah adalah melakukan pencarian terhadap 82 warga yang dinyatakan hilang akibat tertimbun longsor.
Pencarian Korban Masih Terus Dilakukan
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menjelaskan bahwa proses pencarian korban dilakukan secara manual oleh tim SAR gabungan.
"Dari 113 warga yang tertimpa longsor, 23 selamat dan sudah kita amankan. Kemudian ada delapan orang ditemukan meninggal dunia dan 82 lainnya masih dalam proses pencarian," ia mengungkapkan.
Dalam proses pencarian ini, dikerahkan personel gabungan dari berbagai unsur seperti TNI, Polri, BPBD, serta Basarnas, termasuk anjing pelacak K9 untuk membantu pencarian di medan yang sulit.
Proses evakuasi dan pencarian dikoordinasikan langsung oleh Bupati Bandung Barat untuk memastikan respons cepat dan efisien di lokasi bencana.
Mitigasi Akan Diperkuat di Daerah Rawan
Jeje Ritchie Ismail menegaskan bahwa ke depan, pemerintah daerah akan memperkuat langkah-langkah mitigasi bencana, khususnya di wilayah yang rawan seperti perbukitan dan area tanah miring.
"Kami akan melakukan koordinasi secara masif, terutama di daerah rawan seperti perbukitan dan tanah miring," tuturnya.
Langkah ini dianggap penting karena Bandung Barat dan wilayah Jawa Barat pada umumnya termasuk dalam kawasan dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi.
Dengan status darurat bencana yang telah ditetapkan, seluruh sumber daya pemerintah daerah akan difokuskan untuk penanganan korban serta pemulihan pascabencana.
- Penulis :
- Shila Glorya








