
Pantau - Polres Cimahi resmi membuka posko Disaster Victim Identification (DVI) guna mempercepat proses evakuasi dan identifikasi korban longsor yang terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurullah Adi Putra, mengungkapkan bahwa pendirian posko DVI merupakan hasil evaluasi dan koordinasi dengan berbagai instansi terkait.
"Hasil daripada evaluasi ini tentunya kita sudah berkoordinasi dan memutuskan untuk menyediakan posko DVI (Disaster Victim Identification) dan posko dari Dinas Kesehatan KBB juga sudah ada," ungkapnya.
Selain posko DVI, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) juga telah mendirikan posko untuk mendukung proses identifikasi dan penanganan medis terhadap para korban.
Lokasi Longsor Cisarua Jadi Titik Terparah
Longsor yang terjadi di Kecamatan Cisarua disebut sebagai titik terdampak paling besar dalam bencana tersebut.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 114 orang terdampak dalam peristiwa ini.
Dari jumlah tersebut, 23 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Delapan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan telah dievakuasi oleh tim gabungan.
Sebanyak 83 orang lainnya masih dalam proses pencarian hingga saat ini.
Tim Gabungan Terus Lakukan Pencarian
Polres Cimahi mengerahkan sekitar 60 personel untuk membantu pencarian dan evakuasi korban di lokasi bencana.
"kita kalau dari Polres Cimahi aja selain dari kami ada kurang lebih 60 tapi tentunya dari Polda juga ada berturut-turut untuk membantu salah satunya ada timnya sudah turun di sini," ia mengungkapkan.
Selain Polres Cimahi, bantuan tambahan juga datang dari Polda Jawa Barat yang telah menurunkan sejumlah tim ke lokasi kejadian.
Proses pencarian korban dilakukan dengan hati-hati, mempertimbangkan keselamatan para petugas karena kondisi cuaca ekstrem masih terjadi di lokasi longsor.
Koordinasi lintas instansi terus dilakukan guna memastikan seluruh proses berjalan optimal dan aman bagi seluruh tim penyelamat.
- Penulis :
- Shila Glorya







