Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Ponpes Darul Mukhlisin Mulai Rehabilitasi Pascabanjir, Targetkan Asrama Siap Sebelum Ramadhan 2026

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Ponpes Darul Mukhlisin Mulai Rehabilitasi Pascabanjir, Targetkan Asrama Siap Sebelum Ramadhan 2026
Foto: (Sumber: Tiga orang berjalan di dalam kawasan Pondok Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (24/1/2026). ANTARA/Harianto.)

Pantau - Pondok Pesantren Darul Mukhlisin di Kabupaten Aceh Tamiang mulai memasuki tahap rehabilitasi lanjutan usai pembersihan ribuan batang kayu sisa banjir yang berlangsung hampir 20 hari.

Rehabilitasi ini bertujuan memulihkan fungsi pendidikan dan asrama santri secara bertahap agar kegiatan belajar mengajar dan sistem boarding kembali normal.

Mulkana, Pimpinan Ponpes Darul Mukhlisin, menyatakan rencana rehabilitasi telah dibicarakan langsung dengan Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari saat kunjungan ke lokasi pada Kamis, 15 Januari 2026.

"Kita ceritakan semua kondisi kita bagaimana kita butuh sarana mobililer untuk kegiatan KBM, juga sarana asrama untuk santri bisa boarding. Targetnya kan Ramadhan (2026) kita bisa boarding. Jadi kemarin udah kita obrolin juga, kita sampaikan pada Pak Qodari," ungkapnya.

Fokus Pemulihan Sarana Belajar dan Asrama

Menurut Mulkana, rehabilitasi lanjutan pesantren telah menjadi perhatian sejumlah menteri di pemerintahan pusat.

"Jadi beliau, kemarin itu ada bilang kalau Pondok Darul Mukhlisin ini disebutkanlah di obrolan para menteri untuk fokus membantu Darul Mukhlisin," ia menambahkan.

Selama hampir tiga minggu, proses pembersihan kawasan ponpes dilakukan siang dan malam menggunakan sekitar 30 unit alat berat, termasuk ekskavator penjepit dan buldoser.

Operasi ini bertujuan memotong, mengangkat, menyusun, dan mengamankan kayu-kayu sisa banjir ke lokasi penampungan sementara.

Pembersihan dilakukan oleh gabungan tim dari Kementerian Pekerjaan Umum, BUMN konstruksi, Brimob Polri, TNI, dan pemerintah daerah.

Seluruh ruang kelas kini telah dibersihkan dari endapan lumpur dan siap untuk tahap perbaikan sarana belajar.

"Jadi kelas-kelas itu semuanya lumpurnya diangkut, dibersihkan sama teman-teman dari Polri, TNI. Dan ada sekitar 30 alat berat yang dikerahkan ke wilayah khusus di dalam air lapangan yang banyak timbunan kayu, itu dipotong, dirapikan, disusun dan diamankan di salah satu tanah milik Haji Zakwan itu, pemilik pondok kita," jelas Mulkana.

Pemerintah Pusat Lakukan Pemetaan Kebutuhan

Meski ruang kelas sudah bersih, area luar pondok masih membutuhkan penataan lanjutan, seperti perataan tanah, penimbunan lapangan, dan perbaikan saluran agar aman dari banjir susulan.

Kayu-kayu hasil pembersihan disimpan sementara di lahan milik pesantren sambil menunggu izin pemanfaatan dari pemerintah daerah.

Kunjungan Kepala Staf Kepresidenan dan tim ke lokasi menandai peningkatan perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi pesantren.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah mulai memetakan kebutuhan rehabilitasi lanjutan, termasuk kebutuhan mobililer kelas, asrama, MCK, dan fasilitas pendukung lainnya.

"Kemarin kan masih mapping juga, apa yang kami sampaikan masih secara umum, nanti pihak kementerianlah sama pihak pemerintah yang menggambarkan apa yang rasa mereka untuk dibantu duluan. Kalau kami bilang, kami itu butuhnya sarana belajar, sarana asrama," ungkap Mulkana.

Saat ini Pondok Darul Mukhlisin menampung 205 santri tingkat SMP dan SMA serta didukung oleh 52 dewan guru dan staf.

Mulkana berharap seluruh fasilitas dapat pulih dan sistem boarding bisa kembali berjalan sebelum Ramadhan 2026.

Kegiatan belajar mengajar telah kembali berlangsung, namun para santri masih belum bisa tinggal di asrama dan harus pulang-pergi karena kondisi bangunan belum layak huni dan masih dalam tahap rehabilitasi.

Penulis :
Gerry Eka