Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Bangun Jembatan di Desa Terpencil Aceh untuk Pulihkan Akses dan Ekonomi Pascabencana

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemerintah Bangun Jembatan di Desa Terpencil Aceh untuk Pulihkan Akses dan Ekonomi Pascabencana
Foto: (Sumber: Prajurit TNI bergotong royong bersama warga dan relawan menancapkan tiang jembatan penghubung antar kawasan di desa terpencil di Provinsi Aceh, Jumat (23/1/2026). ANTARA/HO-Tim Media Presiden Prabowo.)

Pantau - Pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di wilayah terpencil Aceh, khususnya pembangunan jembatan penghubung antardesa yang rusak akibat banjir pada November lalu, demi memulihkan akses, mobilitas, dan aktivitas ekonomi warga.

Akses Terbuka, Ekonomi Desa Kembali Bergerak

Pembangunan jembatan ini bertujuan membuka kembali akses jalan antarwilayah yang sempat terputus, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana.

Di Kabupaten Pidie, jembatan gantung dibangun di Desa Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur, dengan dukungan personel TNI dan warga yang bekerja bersama menggali fondasi, mengumpulkan batu kali, dan mendirikan tiang penyangga.

Sementara di Desa Emping, Kecamatan Mutiara Barat, pengecoran tiang jembatan dilakukan secara manual oleh TNI menggunakan campuran semen, pasir, dan kerikil.

Gotong Royong Bangun Infrastruktur Strategis

Di Kabupaten Bireuen, jembatan gantung dibangun di Ara Bungong, Kecamatan Peudada, dengan progres mencapai 15 persen.

Wilayah lainnya yang juga tengah mengerjakan pembangunan jembatan gantung antara lain Dusun Gantung Langit (Kecamatan Silih Nara), Desa Burlah (Kecamatan Ketol, progres 31,2 persen), Desa Kala Ili (Kecamatan Linge, progres 20 persen), serta Desa Sekrak Kanan dan Desa Uyam Beriring (Kecamatan Tripe Jaya, progres 12 persen).

Desa Gampung Lempuh di Kecamatan Putri Betung masih dalam tahap awal, dengan progres sekitar 1 persen karena jembatan sebelumnya rusak akibat banjir.

Seluruh pembangunan dilaksanakan secara gotong royong antara TNI dan masyarakat.

Selain jembatan gantung, pemerintah juga membangun Jembatan Aramco di Desa Sala Sirung, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, sebagai bagian dari proyek tiga titik jembatan Aramco dengan progres awal 15 persen.

Jembatan Bailey juga dibangun sebagai penghubung antarwilayah, contohnya di Desa Batu Sumbang dan Desa Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur.

Jembatan Bailey ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga serta mempercepat distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok.

Komitmen Pemerintah untuk Pemerataan dan Ketahanan Wilayah

Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan jembatan di Aceh merupakan bagian dari komitmen untuk pemerataan pembangunan nasional, terutama bagi wilayah pedalaman dan rawan bencana.

Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat mempercepat pergerakan orang dan barang, memperkuat ketahanan wilayah, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

Seluruh proyek dijalankan melalui sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat, dan ditargetkan selesai tepat waktu untuk memberi manfaat jangka panjang bagi warga Aceh. 

Penulis :
Gerry Eka