
Pantau - Sebanyak 19 rumah warga dan satu mushalla di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten terdampak pergerakan tanah yang terjadi usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Pergerakan tanah dipicu oleh cuaca ekstrem dengan curah hujan berintensitas tinggi selama beberapa hari terakhir.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis malam (22/1) di dua RT wilayah Marga Mulya, Desa Cigoong Utara.
Warga Tetap Siaga dan Khawatir Bencana Susulan
Ketua RW 03 Desa Cigoong Utara, Kojles, menyatakan bahwa warga tetap siaga karena khawatir rumah mereka bisa roboh sewaktu-waktu.
"Semua warga di sini masih siaga, karena khawatir kondisi rumah ambruk," ungkapnya.
Mayoritas rumah terdampak mengalami keretakan di bagian bangunan, meskipun belum ada korban jiwa.
Hanya satu warga yang mengungsi ke rumah anaknya karena kondisi rumahnya hampir roboh.
"Kami sekarang memfokuskan keselamatan dan setiap hari siaga, karena khawatir terjadi cuaca ekstrem lagi," tambah Kojles.
Ahmad, salah satu warga yang terdampak, mengatakan tembok rumahnya mulai mengalami retak-retak dan ia khawatir akan roboh.
"Pergerakan tanah itu tentu warga waspada karena khawatir terjadi bencana susulan," ujarnya.
BPBD Lakukan Pendataan dan Asesmen
Kepala BPBD Kabupaten Lebak menyatakan bahwa pihaknya telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan asesmen terhadap rumah-rumah yang terdampak.
"Kami setelah melakukan asesmen, nantinya dilaporkan ke pimpinan yakni sekda untuk ditindaklanjuti," ungkapnya.
Langkah selanjutnya akan ditentukan setelah hasil pendataan diserahkan kepada pemerintah daerah.
- Penulis :
- Gerry Eka







