Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Program Kesehatan Pertamina Patra Niaga Jangkau 3.097 Penerima Manfaat, Turunkan Angka Stunting di Berbagai Wilayah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Program Kesehatan Pertamina Patra Niaga Jangkau 3.097 Penerima Manfaat, Turunkan Angka Stunting di Berbagai Wilayah
Foto: (Sumber: Program TJSL Pertamina Sehati. ANTARA/HO-PT Pertamina Patra Niaga.)

Pantau - PT Pertamina Patra Niaga mencatat program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di bidang kesehatan telah menjangkau 3.097 penerima manfaat di seluruh Indonesia sepanjang periode 2022 hingga 2025.

Informasi ini disampaikan oleh Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, dalam pernyataan resminya di Jakarta, Senin, dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional 2026.

“Penerima manfaat 3.097 itu terdiri atas 1.782 balita, 217 anak-anak, 331 ibu hamil, 319 lansia dan 448 dewasa di 28 desa,” jelas Roberth.

Fokus Peningkatan Gizi dan Akses Layanan Kesehatan

Program TJSL Pertamina Patra Niaga bertajuk Pertamina Sehati difokuskan pada peningkatan gizi masyarakat secara terintegrasi, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan lansia.

Kegiatan dalam program meliputi pemberian makanan tambahan (PMT), sosialisasi dan pendampingan pencegahan stunting, pelayanan kesehatan dasar, serta pelatihan penyusunan menu sehat berbasis pangan lokal.

“Peringatan Hari Gizi Nasional menjadi pengingat bahwa kesehatan, khususnya pemenuhan gizi yang baik, memegang peranan penting dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas. Melalui berbagai program TJSL, Pertamina Patra Niaga berupaya menghadirkan solusi yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan masyarakat,” ujar Roberth.

Program Unggulan: Kampung Iklim & GARBATERA

Salah satu program unggulan yang telah memberikan hasil nyata adalah Program Kampung Iklim Pengentasan Stunting di Kelurahan Lontong Pancur, Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Program ini mengintegrasikan pengembangan lingkungan, ketahanan pangan, dan peningkatan kapasitas keluarga melalui sistem hidroponik dan pengolahan pangan bergizi.

Dari data awal yang mencatat 18 anak hampir stunting, jumlah tersebut berhasil ditekan menjadi hanya 4 anak setelah intervensi PMT yang disalurkan melalui tiga posyandu, atau turun sebesar 75 persen.

Hasil panen hidroponik dimanfaatkan sebagai bahan makanan tambahan bergizi, sekaligus memperkuat peran ibu rumah tangga dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.

Program lain yang turut mendapat perhatian adalah GARBATERA (Gerakan Balongan Sehat dan Sejahtera) di Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

Program ini menargetkan peningkatan kesehatan masyarakat pesisir melalui edukasi gizi, intervensi kesehatan, serta penguatan peran posyandu dan PAUD.

Data terbaru menunjukkan, jumlah balita stunting di wilayah ini turun dari 32 kasus pada 2024 menjadi 30 kasus pada 2025.

Selaras dengan SDGs, Pertamina Perkuat Komitmen Sosial

Roberth menyampaikan bahwa seluruh program TJSL di bidang kesehatan yang dijalankan Pertamina Patra Niaga telah selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) poin 3, yakni menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia.

“Ke depan, Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat peran sosial perusahaan melalui program-program yang memberikan dampak nyata, sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

 

Penulis :
Ahmad Yusuf