Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Menhaj Pastikan Kesiapan Petugas Haji 2026, Tekankan Peran Strategis di Tanah Suci

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menhaj Pastikan Kesiapan Petugas Haji 2026, Tekankan Peran Strategis di Tanah Suci
Foto: (Sumber: Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf melakukan peninjauan langsung kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (diklat) calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin. ANTARA/HO-MCH 2026)

Pantau - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf meninjau langsung kegiatan Pendidikan dan Pelatihan calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi 1447 H atau 2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan para calon petugas haji benar-benar siap menjalankan tugas pelayanan jemaah Indonesia di Tanah Suci.

Menhaj menekankan bahwa kesiapan mental, fisik, dan operasional menjadi kunci utama keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji.

Para petugas haji diposisikan sebagai ujung tombak pelayanan jemaah Indonesia selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.

Menhaj menyampaikan apresiasi atas semangat dan dedikasi tinggi yang ditunjukkan para peserta pendidikan dan pelatihan.

Menurut Menhaj, energi positif yang ditunjukkan para peserta menjadi modal penting dalam menghadapi dinamika pelayanan haji.

Menhaj menyatakan, "Saya harus memastikan bahwa mereka benar-benar siap dan memiliki semangat yang tinggi, karena mereka adalah ujung tombak Kementerian Haji dan Umrah di Arab Saudi. Alhamdulillah, saya melihat semangat tersebut," ungkapnya.

Selain sumber daya manusia, Menhaj juga menyoroti kesiapan teknis dan manajemen operasional penyelenggaraan haji 2026.

Ia mengaku telah menyimak langsung materi pelatihan serta persiapan teknis yang diberikan kepada para calon petugas.

Menhaj menilai persiapan haji tahun 2026 jauh lebih matang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Persiapan yang lebih matang tersebut diharapkan mampu meminimalisir kendala di lapangan serta meningkatkan indeks kepuasan jemaah.

Menhaj menyampaikan, "Saya juga telah melihat pembagian pola kerja serta pengaturan konsumsi, semuanya sudah dipersiapkan. Insya Allah, dengan persiapan yang lebih matang seperti sekarang ini, kita akan memperoleh hasil yang lebih baik," ujarnya.

Strategi penempatan petugas menjadi perhatian utama Kementerian Haji dan Umrah dalam penyelenggaraan haji 2026.

Konsentrasi petugas dibagi ke dalam tiga wilayah utama, yakni Daerah Kerja Makkah, Daerah Kerja Madinah, dan Daerah Kerja Bandara.

Pembagian wilayah kerja tersebut dinilai telah tertata rapi guna memastikan seluruh pergerakan jemaah terlayani secara optimal.

Menhaj berharap durasi persiapan yang panjang dapat sebanding dengan capaian kinerja maksimal di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Menhaj juga memberikan pesan ideologis kepada para calon petugas haji.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan haji 2026 tidak hanya menyangkut reputasi kementerian.

Menurut Menhaj, penyelenggaraan haji juga membawa nama baik negara dan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menhaj menilai kinerja petugas di lapangan memiliki dampak berantai atau multiplier effect.

Keberhasilan petugas melayani jemaah disebut sebagai keberhasilan Kementerian Haji dan Umrah.

Keberhasilan Kementerian Haji dan Umrah tersebut menjadi indikator keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo secara keseluruhan.

Menhaj menyatakan, "Keberhasilan Kementerian Haji dan Umrah tentu juga berdampak pada keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo secara keseluruhan, karena Kementerian Haji dan Umrah merupakan bagian dari pemerintahan beliau. Oleh karena itu, kita pastikan semua berjalan dengan sebaik-baiknya," tegasnya.

Penulis :
Aditya Yohan