
Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengoptimalkan pengerahan alat berat lintas balai guna mendukung percepatan penanganan darurat dan evakuasi korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Kolaborasi Lintas Balai dan Fokus pada Evakuasi Korban
Menteri PU, Dody Hanggodo, telah menginstruksikan seluruh balai di wilayah Jawa Barat untuk siaga penuh dalam mendukung proses penanganan darurat di lokasi bencana.
"Fokus utama saat ini adalah membantu penanganan darurat dan evakuasi oleh Basarnas dan tim SAR gabungan dengan menyiagakan alat berat serta sarana pendukung yang dibutuhkan lainnya," ujarnya.
Hingga Senin, pukul 14.00 WIB, tercatat sudah ada delapan unit alat berat yang aktif bekerja di lapangan.
Pengerahan ini mencakup ekskavator mini yang efektif digunakan pada medan sempit dan akses terbatas.
Kolaborasi dilakukan antarbalai teknik Kementerian PU, antara lain:
- Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat
- Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum
- BBWS Cimanuk Cisanggarung
BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat mengerahkan enam unit ekskavator PC 75 untuk membuka material longsoran dan mempercepat proses evakuasi.
BBWS Citarum menurunkan satu unit ekskavator PC 55 mini, yang telah beroperasi di lapangan.
Sementara itu, BBWS Cimanuk Cisanggarung juga mengoperasikan satu unit ekskavator PC 55 mini.
Penanganan Lumpur dan Air, serta Dukungan Bagi Pengungsi
Untuk mengatasi pengendapan lumpur dan genangan air di lokasi longsor, BBWS Citarum telah mengerahkan lima unit pompa alcon berkapasitas 16,7 liter per detik.
Dua unit pompa telah beroperasi, sementara tiga unit lainnya dalam kondisi siaga.
Namun, dua unit sempat terhenti karena kemasukan lumpur dan batu, sehingga kini memerlukan servis.
Untuk mendukung pengoperasian pompa, satu unit mobile water tank berkapasitas 5.000 liter sedang dipersiapkan untuk dikirim dari Indramayu.
BBWS Cimanuk Cisanggarung turut memberikan tambahan dua unit pompa alcon yang direncanakan mulai beroperasi pada Selasa pagi.
Selain itu, satu unit ekskavator PC 55 mini dari Indramayu juga sedang dimobilisasi dan direncanakan mulai efektif bekerja pada Selasa.
Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Barat juga memberikan dukungan untuk pengungsi berupa:
- Tiga unit hidran umum berkapasitas 2.000 liter
- Dua unit tangki air berkapasitas 4.000 liter
- Tujuh unit toilet portabel
- Satu unit tenda hunian darurat
Seluruh sumber daya difokuskan untuk mempercepat proses pencarian korban dan pembersihan material longsor yang menumpuk di lokasi bencana.
Tantangan: Medan Sulit dan Kendala Teknologi
Penanganan longsor di Cisarua menghadapi tantangan berat, terutama karena kondisi medan yang sulit dijangkau dan lumpur yang tebal.
Penggunaan ekskavator berkapasitas besar tidak memungkinkan, sehingga pemerintah mengoptimalkan eksavator mini sebagai solusi yang paling efektif di lokasi.
Beberapa pompa juga mengalami kendala teknis akibat kemasukan lumpur dan batu, yang memperlambat proses evakuasi dan pengendalian air.
Meski demikian, Kementerian PU memastikan bahwa seluruh upaya penanganan darurat terus dimaksimalkan hingga situasi terkendali.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







