Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Jakarta Utara Prioritaskan Penguatan Tata Air untuk Antisipasi Banjir dan Rob Sepanjang 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemkot Jakarta Utara Prioritaskan Penguatan Tata Air untuk Antisipasi Banjir dan Rob Sepanjang 2026
Foto: (Sumber: Banjir yang melanda RW 04 Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, Jumat (23/1/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza/am.).)

Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Utara memprioritaskan upaya antisipasi banjir dan banjir rob melalui penguatan sistem tata air yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026.

Kebijakan tersebut disampaikan Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat di Kantor Wali Kota Jakarta Utara pada Rabu, 28 Januari 2026.

Hendra Hidayat menyatakan, "Pada tahun 2026 nanti, akan ada pembangunan infrastruktur tata air di wilayah Jakarta Utara. Wilayah ini menjadi salah satu fokus utama pembangunan oleh Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta pada 2026".

Hendra Hidayat menegaskan, "Kegiatan sosialisasi rencana pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana tata air kita sudah lakukan, karena ini penting untuk kita perhatikan bersama, menyangkut upaya perlindungan wilayah dan masyarakat dari banjir".

Sosialisasi tersebut menghadirkan Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum untuk memberikan gambaran menyeluruh pengendalian banjir dan rob di wilayah rawan pesisir.

Pemkot Jakarta Utara berharap seluruh perencanaan dan pelaksanaan pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal.

Hendra Hidayat menyampaikan, "Semoga seluruh perencanaan dan pelaksanaan pembangunan ini berjalan tepat waktu dan membawa manfaat bagi warga Jakarta Utara".

Ia menegaskan, "Pengendalian banjir di Jakarta Utara tidak bisa dilakukan secara parsial. Kita lakukan secara menyeluruh melalui pembangunan tanggul, peningkatan kapasitas pompa, dan sistem tata air yang terintegrasi".

Program strategis yang direncanakan meliputi penguatan tanggul Kali Cakung Lama sepanjang sekitar 2,4 kilometer serta pembangunan dan peningkatan rumah pompa Bulak Cabe, Pegangsaan Dua, Cilincing KBN, IKIP, dan Ancol.

Dinas SDA DKI Jakarta juga mengembangkan sistem polder di kawasan Kelapa Gading, Sukapura, Pegangsaan Dua, Semper, dan Cilincing untuk menekan potensi genangan.

Ika Agustin Ningrum menjelaskan, "Peningkatan kapasitas pompa dan sistem polder diharapkan mampu mempercepat pengendalian aliran air saat curah hujan tinggi maupun pasang laut".

Selain itu, Dinas SDA DKI menyiapkan program pengendalian rob melalui pembangunan tanggul pengaman pantai, pemeliharaan infrastruktur pesisir, serta kajian pengendalian penurunan muka tanah.

Penulis :
Ahmad Yusuf