Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Komisi III DPR RI Gelar Rapat Khusus Bahas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Komisi III DPR RI Gelar Rapat Khusus Bahas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS
Foto: (Sumber : Tangkapan layar Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman berbicara dalam rapat dengar pendapat umum terkait kasus Koperasi Bahana Lintas Nusantara di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/3/2026). ANTARA/YouTube/TVR Parlemen/Fath Putra Mulya..)

Pantau - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia akan menggelar rapat khusus untuk membahas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.

Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin pukul 11.00 WIB di kompleks parlemen, Jakarta.

Rapat akan dilaksanakan di ruang rapat Komisi III DPR RI yang berada di Gedung Nusantara II.

Komisi III DPR RI merupakan komisi yang membidangi urusan penegakan hukum dan bermitra dengan sejumlah lembaga seperti kepolisian, kejaksaan, Komisi Pemberantasan Korupsi, Badan Narkotika Nasional, serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.

Rapat tersebut direncanakan akan menghasilkan suatu keputusan resmi terkait penanganan kasus tersebut.

DPR Minta Kepolisian Segera Tangkap Pelaku

Sebelumnya Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengecam keras penyerangan air keras terhadap Andrie Yunus.

Ia memastikan Komisi III DPR RI akan mengawal proses penanganan kasus tersebut hingga tuntas.

Habiburokhman juga menyatakan pihaknya telah menghubungi Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya.

Komisi III DPR RI meminta kepolisian bergerak cepat untuk mengusut kasus tersebut dan menangkap para pelaku.

Ia menegaskan Komisi III DPR RI akan terus memantau perkembangan penyidikan agar proses hukum berjalan cepat dan profesional.

Selain itu ia juga meminta negara menanggung penuh biaya pengobatan terbaik bagi korban agar dapat segera pulih.

Serangan Terjadi Usai Korban Rekaman Siniar

Andrie Yunus dilaporkan mengalami luka pada bagian tangan dan kaki serta gangguan pada penglihatan akibat serangan tersebut.

Peristiwa penyiraman air keras terjadi setelah Andrie Yunus selesai melakukan rekaman siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.

Rekaman siniar tersebut membahas topik militerisme dan uji materi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia.

Berdasarkan informasi awal, kejadian terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 23.37 WIB.

Saat itu korban sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I, Jakarta.

Penulis :
Ahmad Yusuf