
Pantau - Menjelang bulan suci Ramadhan, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memprioritaskan perbaikan dan pemulihan akses air bersih di wilayah terdampak bencana di Sumatera, terutama di Sumatera Barat.
"Ada dua fokus kita menjelang bulan suci Ramadhan, yaitu memastikan arus logistik tidak terputus dan yang kedua layanan air bersih," ujar Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau langsung pembangunan infrastruktur terdampak bencana di Kabupaten Agam, Rabu, 28 Januari 2026.
Air Bersih Jadi Prioritas Utama Menjelang Puasa
Menteri PU menegaskan bahwa waktu yang tersisa kurang dari satu bulan menuju Ramadhan menjadi alasan utama pemerintah mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih.
Pemerintah melalui kementerian terkait berupaya memastikan pemulihan akses air bersih mencapai 100 persen sebelum dimulainya ibadah puasa.
"Untuk masjid-masjid kita harus pastikan layanan air bersih tidak terganggu menjelang Ramadhan," tegas Dody.
Kementerian PU saat ini tengah melakukan pendataan terhadap lokasi masjid dan mushalla yang masih mengalami gangguan layanan air bersih, terutama yang terdampak banjir bandang dua bulan terakhir.
Di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, dilaporkan masih terdapat rumah warga yang belum memiliki akses penuh terhadap air bersih.
PMI Distribusikan Ribuan Liter Air Bersih ke Wilayah Terdampak
Palang Merah Indonesia (PMI) turut aktif dalam membantu pemenuhan kebutuhan air bersih di wilayah terdampak bencana.
Di Nagari Toboh, Kecamatan Malalak Timur, PMI telah mendistribusikan sekitar 4.500 liter air bersih kepada para korban banjir bandang dan tanah longsor.
Program distribusi air bersih ini akan terus berlangsung sebagai bagian dari program sosial PMI hingga masyarakat benar-benar pulih dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya.
Upaya terpadu antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga kemanusiaan seperti PMI diharapkan dapat mempercepat pemulihan layanan dasar masyarakat menjelang bulan Ramadhan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







