
Pantau - Ratusan rumah warga di Kampung Sawah, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur terendam banjir akibat luapan Kali Cakung setelah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang mengguyur Jakarta sejak dini hari hingga Kamis pagi, 29 Januari 2026.
Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan mencapai sekitar satu meter dan terus meningkat sejak mulai menggenangi permukiman warga pada pagi hari.
Luapan Kali Cakung menyebabkan air berwarna cokelat merendam kawasan permukiman padat penduduk dan mengganggu aktivitas warga.
Sejumlah warga memilih bertahan di dalam rumah meskipun lantai rumah telah terendam air akibat banjir yang kembali terjadi di wilayah tersebut.
Salah satu warga bernama Dewi menyampaikan bahwa kawasan Kampung Sawah telah lebih dari dua kali mengalami banjir setiap kali hujan deras berlangsung lama.
“Hujan lama sedikit pasti banjir, ini sudah lebih dari dua kali kejadian seperti ini,” ungkap Dewi.
Kendaraan roda dua dan roda empat mengalami kesulitan melintas di beberapa ruas jalan lingkungan akibat genangan air yang cukup tinggi.
Hingga laporan ini disusun, warga masih memantau ketinggian air dan berharap banjir segera surut tanpa harus mengungsi.
Belum terdapat laporan pengungsian maupun korban jiwa dalam peristiwa banjir di Cakung Timur.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta melaporkan sebanyak 17 rukun tetangga di Jakarta Timur dan Jakarta Barat terendam banjir.
Ketinggian air di wilayah terdampak dilaporkan berkisar antara 30 sentimeter hingga 1,5 meter.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan lanjutan.
“Curah hujan tinggi menyebabkan kenaikan muka air Bendung Katulampa hingga status Waspada atau Siaga 3,” ungkap Mohamad Yohan.
BPBD mencatat luapan Sungai Ciliwung dan Kali Pesanggrahan turut menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Jakarta dengan ketinggian air di Jakarta Timur mencapai 1,3 hingga 1,5 meter dan di Jakarta Barat sekitar 30 sentimeter.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







