
Pantau - Indonesian Carbon Capture and Storage Center (ICCSC) menegaskan bahwa kebijakan iklim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang tidak sejalan dengan transisi energi global tidak akan berdampak pada kelangsungan proyek carbon capture and storage (CCS) di Indonesia.
Fokus Proyek CCS Tetap pada Pasar Asia
Director of Strategic Development and Operation ICCSC, Rizky Muhammad Kahfie, menyatakan bahwa keputusan beberapa negara untuk tidak lagi memprioritaskan CCS tidak memengaruhi arah kebijakan Indonesia.
"Apa yang terjadi di luar sana, bahkan ada beberapa negara yang memang tidak lagi meletakkan CCS sebagai prioritas mereka, tidak akan berpengaruh terhadap apa yang terjadi di Indonesia," ungkapnya dalam peluncuran awal The 4th International & Indonesia CCS (IICCS) Forum 2026 di Jakarta, Kamis.
Ia menegaskan bahwa proyek CCS Indonesia memiliki target pasar yang berbeda dibandingkan negara-negara tersebut.
Menurut Rizky, Indonesia menargetkan negara-negara Asia sebagai pasar utama pengembangan teknologi CCS.
Karena itu, IICCS Forum 2026 diselenggarakan sebagai forum kolaboratif untuk memperkuat ekosistem CCS nasional.
Acara ini merupakan kerja sama antara ICCSC dan On Us Asia, dengan melibatkan pemerintah, pelaku industri, akademisi, serta mitra dari kawasan regional dan internasional.
Komitmen Regional Perkuat Optimisme Pengembangan CCS
Rizky menyampaikan bahwa selama negara-negara Asia masih menghadapi tantangan perubahan iklim yang serupa dan memiliki komitmen dekarbonisasi, maka proyek CCS di Indonesia akan terus berkembang.
"Indonesia masih akan tetap berkembang, karena persetujuan bilateral antara Indonesia dengan Singapura, dengan Jepang, dengan Korea Selatan, itu sudah berjalan," ujarnya.
Kerja sama bilateral tersebut dinilai menjadi penguat komitmen dan keberlanjutan proyek CCS Indonesia di tengah dinamika kebijakan global.
Trump Umumkan Penarikan dari 66 Organisasi Internasional
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana untuk menarik Amerika Serikat dari 66 organisasi PBB dan lembaga internasional.
Organisasi-organisasi itu mencakup berbagai bidang, termasuk perubahan iklim, energi, kemanusiaan, perdamaian, dan demokrasi.
Langkah tersebut diambil berdasarkan peninjauan terhadap "organisasi, konvensi, dan perjanjian yang dianggap bertentangan dengan kepentingan Amerika Serikat", sebagaimana tercantum dalam memorandum presiden yang dibagikan Gedung Putih pada Rabu (7/1).
Trump juga menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya untuk memprioritaskan kedaulatan dan kepentingan nasional AS.
- Penulis :
- Shila Glorya







