
Pantau - Dinas Kesehatan (Dinkes) Nabire, Papua Tengah, telah menerbitkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di wilayah Nabire.
Penerbitan SLHS dan Tujuan Kontrol Kesehatan
Kepala Dinkes Nabire Silas Elias Numobogre menyatakan bahwa SLHS wajib bagi SPPG yang beroperasi di Nabire, ungkapnya.
SLHS diberikan sebagai bentuk kontrol pemerintah untuk menjaga kebersihan dapur dan pekerja di SPPG, ia menambahkan.
Sertifikat diberikan setelah SPPG memenuhi seluruh persyaratan pemeriksaan kesehatan pekerja dan kelayakan fisik dapur.
Dinkes melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh karyawan SPPG untuk memastikan makanan yang disajikan aman dikonsumsi dan tidak menjadi media penularan penyakit, ungkapnya.
Setiap pekerja SPPG wajib menjalani tiga jenis pemeriksaan kesehatan, yaitu tes tuberkulosis (TBC), tes widal, dan tes hepatitis B.
Dinkes juga melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) untuk menilai kelayakan fisik dapur SPPG, ia menambahkan.
IKL meliputi kebersihan peralatan memasak, higienitas lingkungan dapur, dan sistem pengelolaan limbah.
SPPG harus memenuhi standar higiene agar makanan tetap sehat, sehingga perlu dikontrol oleh Dinkes Nabire, ungkapnya.
Kontrol ini bertujuan agar tidak menimbulkan masalah dalam pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG), ia menegaskan.
Dukungan terhadap Program MBG
Penerbitan SLHS merupakan bentuk dukungan Dinkes terhadap pelaksanaan Program MBG, yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, ungkapnya.
Pemerintah daerah mendukung program prioritas Presiden ini, ia menambahkan.
Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Papua Tengah Nalensius Situmorang menyatakan bahwa saat ini MBG di Papua Tengah sudah menjangkau 46.871 penerima manfaat, ungkapnya.
MBG disediakan oleh 30 SPPG yang beroperasi di tiga kabupaten di Provinsi Papua Tengah, yaitu Kabupaten Mimika, Nabire, dan Deyai, ia menambahkan.
- Penulis :
- Shila Glorya







